Bahaya Spons Cuci Piring yang Jarang Diganti, Sarang Bakteri Berbahaya
Spons cuci piring merupakan alat pembersih yang sangat diandalkan di dapur. Sifatnya yang fleksibel, menyerap air, dan tahan lama membuatnya selalu tersedia di area cucian piring.
Namun, alat ini memiliki batas masa pakai yang harus diperhatikan. Penggunaan terlalu lama bisa mengubah spons menjadi sarang kuman berbahaya.
>>> Pencemaran Bakteri E. Coli Mengancam Perairan Gili Trawangan
Ketua Klinis Pencegahan Infeksi dan Pengendalian Penyakit di Rumah Sakit Westmead dan University of Sydney, Ramon Shaban, mengingatkan bahwa spons harus sering diganti.
Waktu penggantian ideal biasanya tercantum pada kemasan produk.
"Aturan penting yang pertama adalah mengikuti petunjuk pabrik," kata Profesor Shaban.
Jika panduan produsen tidak tersedia, para ahli merekomendasikan mengganti spons setiap satu atau dua minggu sekali. Langkah ini wajib dilakukan meskipun kondisi fisik spons masih tampak utuh.
"Jika spons dapur digunakan lebih dari sekali, pastikan kamu membilas spons hingga bersih dan menjemurnya hingga kering. Bakteri tumbuh subur di lingkungan yang lembap," saran Profesor Shaban.
Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Scientific Reports mengungkapkan bahwa terdapat 362 spesies bakteri berbeda yang mampu hidup di permukaan spons.
Beberapa jenis kuman berbahaya yang ditemukan antara lain Salmonella dan E. coli.
>>> Jadwal Indonesia vs Vietnam Piala AFF U19 2026 Live Streaming 7 Juni 2026
"Ini adalah serangga yang biasanya menyebabkan penyakit diare," jelas Shaban.
Riset lain pada tahun 2019 oleh peneliti di Italia menemukan bahwa spons cuci piring menempati posisi teratas sebagai barang yang paling tercemar di rumah tangga.
Sabun cuci piring biasa tidak secara signifikan mengurangi jumlah mikroba pada spons.
Banyak orang mengira mencuci spons setelah digunakan sudah cukup. Namun, penelitian membuktikan bahwa tindakan tersebut tidak efektif membasmi seluruh koloni bakteri.
Metode alternatif seperti merendam spons dalam air sabun panas lalu memasukkannya ke microwave selama dua menit bisa membantu.
Cara lain adalah merendam spons dalam campuran air hangat dan pemutih.
>>> Fullerton Health Pastikan Akuisisi AdMedika Tak Ganggu Layanan
Meskipun metode tersebut bisa mematikan sebagian kuman, langkah ini tidak menjamin higienitas spons secara total. Mengganti spons secara rutin setiap minggu tetap menjadi solusi terbaik.
Update Terbaru
Lewis Hamilton Incar Start Terbaik demi Menangi GP Monako
Minggu / 07-06-2026, 21:38 WIB
9 Rekomendasi Makanan Kucing dengan Nutrisi Lengkap
Minggu / 07-06-2026, 21:36 WIB
Ekonom Soroti Target Operasional Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Minggu / 07-06-2026, 21:36 WIB
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Tembus Final Polytron Indonesia Open 2026
Minggu / 07-06-2026, 21:33 WIB
Zverev dan Cobolli Berebut Gelar Grand Slam Perdana di Final French Open 2026
Minggu / 07-06-2026, 21:33 WIB
CFA Pertimbangkan Boikot Piala ASEAN FIFA 2026 Demi Fokus ke Piala Asia
Minggu / 07-06-2026, 21:33 WIB
Roy Keane Kritik Harry Maguire Gagal Masuk Skuad Timnas Inggris
Minggu / 07-06-2026, 21:32 WIB
Pemprov DKI Janjikan Insentif Pajak bagi Hotel yang Pilah Sampah
Minggu / 07-06-2026, 21:32 WIB
Alexander Zverev Hadapi Flavio Cobolli di Final French Open 2026
Minggu / 07-06-2026, 21:32 WIB
Manchester United Berpeluang Tikung Bayern Munich dalam Perburuan Nathaniel Brown
Minggu / 07-06-2026, 21:32 WIB
Lembaga Keuangan Asia Pasifik Hadapi Lonjakan Serangan Siber
Minggu / 07-06-2026, 21:28 WIB
Roy Keane Kritik Harry Maguire Gagal Masuk Skuad Piala Dunia 2026
Minggu / 07-06-2026, 21:28 WIB
Victor Lai Juara Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Jonatan Christie
Minggu / 07-06-2026, 21:28 WIB
Alexander Zverev Hadapi Flavio Cobolli di Final Prancis Terbuka 2026
Minggu / 07-06-2026, 21:24 WIB






