Koreksi Harga Emas Dinilai Jadi Peluang Akumulasi Aset Safe Haven
Koreksi harga emas di tengah pelemahan rupiah, anjloknya pasar saham, dan tekanan di pasar obligasi dinilai membuka peluang bagi investor untuk mengakumulasi aset safe haven.
Sejumlah analis menilai logam mulia masih menjadi instrumen investasi yang relatif menarik hingga akhir 2026 karena menawarkan potensi imbal hasil yang lebih stabil dibandingkan aset berisiko lainnya.
>>> Rafael Leao Kecewa Berat Usai Namanya Masuk Daftar Jual AC Milan
Pada Minggu (7/6/2026), harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) bertahan di level Rp 2.738.000 per gram.
Harga tersebut turun sekitar Rp101.000 dibandingkan posisi sebulan sebelumnya pada 8 Mei 2026 yang masih berada di Rp 2.839.000 per gram.
Penurunan juga terjadi di pasar global.
Hingga Minggu pukul 17.31 WIB, harga emas spot tercatat di US$4.331 per ons troi atau melemah 7,68% dalam sebulan terakhir.
Sementara itu, harga perak turun lebih dalam, yakni 12,95% menjadi US$67,29 per ons troi.
Peluang Akumulasi di Tengah Pelemahan Multi-Aset
Analis komoditas sekaligus Founder Traderindo.
com, Wahyu Laksono, menyebut koreksi harga emas dan perak yang terjadi saat ini justru dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.
Menurutnya, kondisi pelemahan serentak di berbagai kelas aset kerap menjadi momentum strategis untuk melakukan pembelian bertahap atau buy on weakness.
"Secara historis, koreksi tajam di tengah pelemahan multi-asset class sering menjadi pintu masuk strategis bagi investor makro.
Pemindahan aset secara bertahap ke logam mulia saat terjadi koreksi merupakan langkah ideal untuk mengamankan portofolio dari penurunan daya beli rupiah dan mengantisipasi risiko sistemik yang lebih dalam," ujar Wahyu kepada Kontan, Jumat (5/6/2025).
Update Terbaru
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi Usai Juara Piala Dunia 2026
Kamis / 23-07-2026, 09:16 WIB
Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Ini Penyebab dan Solusinya
Kamis / 23-07-2026, 09:16 WIB
Cara Daftar PKH dan BPNT 2026: Syarat, Dokumen, dan Penyaluran Tahap 3
Kamis / 23-07-2026, 09:16 WIB
Keluarga Celeste Rivas Tak Pahami Mengapa D4vd Diduga Gunakan Gergaji Mesin
Kamis / 23-07-2026, 09:15 WIB
Nam Joo-hyuk Bintangi Drama Thriller Disney+ 'Code'
Kamis / 23-07-2026, 09:15 WIB
Kepala BGN Sudaryono Akui Terlibat Pembahasan Awal Program MBG
Kamis / 23-07-2026, 09:15 WIB
Screen Time Ideal untuk Anak Menurut Psikolog, Ini Panduannya
Kamis / 23-07-2026, 09:14 WIB
Presiden Prabowo Terima Langsung Artefak Budaya dari Direktur FBI
Kamis / 23-07-2026, 09:14 WIB
Kortas Tipikor Kembali Klarifikasi Eks Wakapolri Oegroseno Hari Ini
Kamis / 23-07-2026, 09:14 WIB
Jadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan Hari Ini
Kamis / 23-07-2026, 09:14 WIB
Mahasiswa Ciputra Luncurkan Ensiklopedia Digital Open Source AAD Wiki
Kamis / 23-07-2026, 09:14 WIB
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen sebagai Fondasi Regulasi AI Nasional
Kamis / 23-07-2026, 09:14 WIB
Galaxy Z Fold 8 vs Fold 8 Ultra: Mana yang Jadi Penerus Fold 7?
Kamis / 23-07-2026, 09:07 WIB
Kubu Sarwendah Sentil Ruben Bawa-bawa Mendiang Ayah ke Polemik Rumah
Kamis / 23-07-2026, 09:07 WIB







