BTN Tekan Rasio Kredit Bermasalah Lewat Digitalisasi Loan Factory
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 3,1% pada akhir Maret 2026, dari 3,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan juga terjadi pada NPL KPR yang turun ke level 2,8% dari 3% pada kuartal I-2025.
>>> Silvio Baldini Instruksikan Pemain Muda Italia Tampil Lepas Hadapi Yunani
Capaian ini diraih di tengah tekanan daya beli masyarakat dan tingginya suku bunga kredit.
Transformasi Digital Loan Factory
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, perbaikan kualitas aset merupakan hasil transformasi proses bisnis, digitalisasi kredit, dan penguatan pengelolaan portofolio.
Salah satu inisiatif utama adalah implementasi Loan Factory, pusat pemrosesan kredit terintegrasi yang memanfaatkan teknologi digital, data analytics, decision engine, dan workflow automation.
Sistem ini memperkuat standarisasi proses kredit, meningkatkan kualitas verifikasi dan analisis, serta mempercepat pengambilan keputusan. Waktu pemrosesan kredit berhasil dipangkas dari 10-14 hari menjadi 4-7 hari.
Tingkat straight-through processing melesat menuju 70%, sementara tingkat rework ditekan di bawah 15%. Hal ini mendorong efisiensi operasional secara signifikan.
Analis Bahana Sekuritas Razqi M.
Kurniawan dalam laporan site visit April 2026 menyebut perbaikan kualitas aset pada kredit baru sebagai pencapaian paling menonjol dari Loan Factory.
>>> Veda Ega Pratama Finis Ke-16 di Moto3 Hungaria 2026
Kredit yang dibukukan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tingkat risiko lebih terkendali dibandingkan portofolio lama, memperkuat fondasi kualitas aset BTN ke depan.
Pengelolaan Portofolio dan Target ke Depan
BTN juga memperkuat pengelolaan portofolio melalui pendekatan Cluster Collection, yang berbasis segmentasi risiko, karakteristik debitur, dan perilaku pembayaran.
Pendekatan ini membuat proses monitoring, restrukturisasi, penagihan, dan pemulihan kredit lebih fokus dan efektif.
Bowo menegaskan, BTN akan terus memperkuat disiplin risiko, tata kelola, dan pemantauan portofolio agar kualitas kredit tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.
Ke depan, BTN menargetkan rasio NPL KPR dapat terus membaik dan dijaga di bawah 2,5% pada akhir 2026.
Target ini akan dikejar melalui penguatan kualitas kredit baru, optimalisasi early warning system, serta strategi penagihan berbasis risiko.
>>> An Se Young Juara Indonesia Open 2026, Kalahkan Yamaguchi di Final
Perseroan optimistis transformasi proses kredit akan memperkuat daya tahan bisnis dan mengukuhkan posisi BTN sebagai pemimpin pasar pembiayaan perumahan nasional dengan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Update Terbaru
Hasil Uji Coba Voli: Sempat Unggul, Indonesia Kalah dari Korea
Kamis / 23-07-2026, 16:35 WIB
Jordi Amat Ungkap Target Ambisius Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Kamis / 23-07-2026, 16:32 WIB
Prabowo Minta Nanik Jadi Dewan Pengawas BGN, Mensesneg Buka Suara
Kamis / 23-07-2026, 16:32 WIB
Hasil China Open: Fajar/Fikri Lolos ke Perempat Final
Kamis / 23-07-2026, 16:32 WIB
Pertamina Perkuat Industri Nasional Lewat P3DN Summit 2026
Kamis / 23-07-2026, 16:29 WIB
Kejagung Pastikan Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Kamis / 23-07-2026, 16:29 WIB
Mendag Respons soal Harga Bahan Pokok Naik usai MBG Jalan Lagi
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
MK Kabulkan Sebagian Gugatan Ojol dan Pedagang Online soal Kuota Hangus
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
AS Ancam Malaysia jika Usir Warga Israel, PM Anwar Ibrahim Tak Takut
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
Sharenting: Antara Kenangan Manis dan Risiko Privasi Anak
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
Kronologi Penusukan Anak Punk di Bekasi, Mondy Tatto Jadi Tersangka
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
Rupiah Lanjut Koreksi ke Level Rp17.936 per Dolar AS Sore Ini
Kamis / 23-07-2026, 16:27 WIB
Ketua DWP Kemendagri Ajak Anggota Kembangkan Kreativitas untuk Kemandirian Ekonomi
Kamis / 23-07-2026, 16:27 WIB
Sesal Asisten Pelatih Argentina Serang Dani Olmo, Bantah Memukul
Kamis / 23-07-2026, 16:27 WIB







