Likuiditas Perbankan Tertekan Akibat Penyusutan Simpanan Rupiah
Bank cenderung menaikkan suku bunga deposito demi menjaga likuiditas, yang kemudian memicu kenaikan cost of fund (CoF).
Namun, tekanan ini dinilai masih dapat dikelola selama penurunan simpanan bersifat sementara dan rasio likuiditas industri tetap memadai.
Dampak meluas terhadap fungsi intermediasi perbankan baru akan terjadi jika tren penurunan berlangsung dalam jangka panjang.
"Kenaikan CoF akan menekan margin bunga bersih (NIM), sehingga ruang bank untuk menyalurkan kredit dengan bunga yang kompetitif menjadi semakin terbatas," katanya.
Akibatnya, pertumbuhan kredit berpotensi melambat dan profitabilitas bank ikut tertekan.
Rizal menyarankan perbankan mengubah strategi dengan memperkuat ekosistem layanan transaksi yang memberi nilai tambah bagi nasabah untuk menjaga pertumbuhan dana murah.
"Penguatan digital banking, integrasi layanan pembayaran, payroll, cash management, transaksi UMKM, hingga program loyalitas menjadi kunci untuk mempertahankan dana mengendap di rekening," jelasnya.
Dampak pada Likuiditas dan Strategi Bank
Chief Economist BTN Myrdal Gunarto juga melihat adanya perpindahan dana masyarakat dari DPK tradisional ke instrumen moneter dan pasar modal dengan imbal hasil lebih tinggi.
Penerbitan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan SBN ritel turut menyedot likuiditas rupiah dari perbankan.
>>> Kejagung Tetapkan Tiga Mantan Pejabat BGN Tersangka Korupsi MBG
Sebagian dana masyarakat juga dikonversi ke valas untuk kebutuhan hedging kewajiban luar negeri korporasi, pembayaran dividen investor asing, serta mengantisipasi volatilitas nilai tukar.
Penurunan DPK rupiah ini langsung menekan likuiditas dan memicu kenaikan cost of fund perbankan.
Penyusutan DPK otomatis meningkatkan loan to deposit ratio (LDR) perbankan sehingga ruang likuiditas menjadi lebih sempit.
Kondisi ini memaksa bank di kelompok menengah ke bawah merilis special rate deposito demi menahan deposan besar.
Update Terbaru
Samsung Batalkan One UI 8.5 untuk Galaxy S22 dan Model 2022
Minggu / 07-06-2026, 19:08 WIB
12 Pertandingan Sepak Bola Internasional Tayang Hari Ini di TV Nasional
Minggu / 07-06-2026, 19:08 WIB
Review Film: Colony, Yeon Sang-ho Kembali dengan Inovasi Zombi yang Segar
Minggu / 07-06-2026, 19:05 WIB
BGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Fokus ke Wilayah 3T
Minggu / 07-06-2026, 19:04 WIB
TenZ Kepincut Game Gacha Wuthering Waves, Sampai Top-Up Dua Kali
Minggu / 07-06-2026, 19:04 WIB
TenZ Kepincut Game Wuthering Waves Hingga Rela Top Up Ribuan Dolar
Minggu / 07-06-2026, 19:04 WIB
TNI AU Kirim Tujuh Tower Darurat untuk Pulihkan Kelistrikan Sumut
Minggu / 07-06-2026, 19:04 WIB
Inggris Kalahkan Selandia Baru 1-0 dalam Uji Coba Piala Dunia
Minggu / 07-06-2026, 19:04 WIB
Kaiju Girl Caramelise Rilis Visual Kedua, Trailer, dan Tema Lagu, Tayang 2 Juli
Minggu / 07-06-2026, 19:03 WIB
Pemerintah Tarik Utang Rp386 Triliun hingga Mei 2026
Minggu / 07-06-2026, 19:00 WIB
4 HP RAM 12 GB Termurah dengan Kamera OIS, 5G, dan Baterai Besar
Minggu / 07-06-2026, 18:59 WIB
DPR Desak Audit Nasional Imigrasi Usai KPK Ungkap Korupsi Izin Tinggal WNA
Minggu / 07-06-2026, 18:58 WIB
Pemerintah Perkuat Strategi Fiskal untuk Jaga Ketahanan APBN
Minggu / 07-06-2026, 18:58 WIB
Enam Barang Sederhana di Rumah yang Menunjukkan Karakter Orang Tua Baik
Minggu / 07-06-2026, 18:53 WIB






