Likuiditas Perbankan Tertekan Akibat Penyusutan Simpanan Rupiah
"Bank-bank, terutama di kelompok menengah ke bawah, akan cenderung merilis special rate deposito demi menahan deposan besar atau institusi.
Peralihan dari dana murah ke dana mahal ini akan langsung mendongkrak cost of fund," ujar Myrdal.
Jika tren outflow rupiah terus berlanjut tanpa pelonggaran likuiditas, perbankan akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit baru.
Bank bakal memprioritaskan kualitas aset dibandingkan mengejar pertumbuhan volume kredit, sementara kenaikan CoF juga akan menekan net interest margin (NIM).
Myrdal menilai bank perlu memperkuat transaction banking dan cash management system (CMS) menjadi saluran utama transaksi operasional nasabah korporasi untuk menjaga pertumbuhan CASA.
Optimalisasi pembayaran lintas negara melalui Local Currency Settlement (LCS) atau interkoneksi regional juga dapat membantu.
Meski begitu, sejumlah bank besar menganggap kondisi likuiditas saat ini masih relatif aman.
Head of Deposit Product Management Bank Mandiri Mega Ekaputri Pujianto menyatakan penghimpunan dana pihak ketiga Bank Mandiri hingga April 2026 masih solid di atas Rp 1,6 triliun dengan rasio CASA melebihi 71%.
Mega berpendapat penurunan simpanan rupiah industri pada April dipengaruhi faktor musiman seperti pembayaran pajak dan dividen, serta pergeseran dana ke instrumen investasi lain.
"Tekanan terhadap likuiditas maupun cost of fund masih relatif terbatas karena struktur pendanaan bank tetap kuat dan terdiversifikasi," ujarnya.
Bank Mandiri ke depan akan memperkuat pertumbuhan dana murah melalui pengembangan ekosistem transaksi, layanan digital, payroll, dan transaction banking demi menjaga CASA tetap kuat sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyatakan kondisi likuiditas perseroan masih cukup baik.
Total DPK dan CASA CIMB Niaga secara bulanan relatif stabil, sementara secara tahunan masih mencatatkan pertumbuhan.
"CASA terutama tumbuh 14% secara tahunan per April. Secara likuiditas masih baik, tentu karena permintaan kredit juga masih lemah," ujar Lani.
CIMB Niaga tetap fokus menjadikan CASA sebagai tulang punggung likuiditas melalui operating account perusahaan, payroll, dan digital mass segment.
Laporan keuangan menunjukkan DPK Bank CIMB Niaga per April 2026 tumbuh 3,72% yoy menjadi Rp 259,86 triliun.
Komposisi DPK CIMB Niaga kian didominasi dana murah, dengan giro mencapai Rp 101,99 triliun atau tumbuh 19,76% yoy.
>>> Tiga Operator Telekomunikasi Prancis Sepakat Akuisisi SFR Senilai Rp 360 Triliun
Tabungan mencapai Rp 90,33 triliun atau tumbuh 8,47% yoy, sedangkan deposito turun 17,74% yoy menjadi Rp 67,52 triliun.
Update Terbaru
Nonton Film Sihir Tanah Kubur (2026) Ddi Bioskop Bukan LK21: Teror Ilmu Hitam dari Makam Wurung yang Mengguncang
Kamis / 23-07-2026, 20:00 WIB
Nonton Dan Download Film Juminten Edan (2026) di Bioskop Bukan LK21: Siap Mengungkap Teror Trauma Masa Lalu!
Kamis / 23-07-2026, 19:00 WIB
Momen Haru Akad Nikah Nathalie Holscher dan Aripat, Nasihat Menohok Ustaz Syam Soal Nafkah Halal Bikin Terenyuh
Kamis / 23-07-2026, 18:53 WIB
Manga Kusunoki's Flunking Her High School Glow-Up Diadaptasi Jadi Anime TV
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FC Cincinnati Kembali ke MLS, Hadapi Vancouver Whitecaps
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
Jadwal dan Bocoran Fitur Free Fire Advance Server OB55
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FF Kipas VIP Proxy 2026: Risiko Banned dan Pencurian Data Akun Free Fire
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
400+ Nama ML Keren, Aesthetic, dan Penuh Makna untuk Mobile Legends
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
Pemadaman Listrik 2 Hari: Rencana Darurat Saya Terbukti Efektif
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
60 Contoh Penggunaan Konjungsi Tujuan dalam Kalimat dan Pengertiannya
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB
20+ Daftar Kalender Beasiswa Kuliah Gratis di Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB
Lowongan Magang Kementerian PANRB 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB







