Siloam Hospitals Mampang Gunakan Robotik untuk Operasi Lutut
Siloam Hospitals Mampang mulai menerapkan teknologi robotic assisted surgery dalam operasi penggantian sendi lutut atau total knee replacement (TKR).
Langkah ini bertujuan meningkatkan akurasi penempatan implan bagi pasien gangguan ortopedi.
>>> Wasit Ma Ning Banjir Kontrak Iklan Usai Viral di Piala Dunia 2026
Teknologi ini diperkenalkan dalam simposium medis di Jakarta pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Sistem asistensi bedah tersebut menampilkan visualisasi anatomi pasien secara tiga dimensi dan real-time, sehingga proses pemotongan tulang berjalan lebih konsisten.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa robot tidak menggantikan peran dokter. Tenaga medis tetap memegang kendali penuh dan mengambil seluruh keputusan klinis selama operasi berlangsung.
Fokus pada Pemulihan Pasien
Founder Siloam Hospitals Mampang, dr. Henry Suhendra, Sp. OT, Subsp.
CO(K), menjelaskan bahwa penanganan ortopedi mengutamakan pengembalian fungsi gerak pasien tanpa selalu bergantung pada pembedahan.
"Teknologi penting untuk presisi, tetapi tujuan utama adalah membantu pasien kembali bergerak dan hidup lebih baik," ujarnya.
Pemulihan pasien lansia dapat didukung dengan rehabilitasi terarah dan gaya hidup aktif. Latihan fisik seperti angkat beban bertahap efektif memperkuat massa otot dan kepadatan tulang.
"Obat bisa dihilangkan dan digantikan dengan gaya hidup sehat," tambah dr. Henry.
>>> Turis China Kolaps Akibat Kelelahan Ekstrem saat Trekking di Pulau Padar
Manajemen rumah sakit terus mengintegrasikan inovasi teknologi medis ke dalam standar pelayanan. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pasien dan mempercepat pemulihan pascaoperasi lutut.
Prof. Dr. dr. Andri M. T.
Lubis, Sp. OT, Subsp.
CO(K), menyatakan bahwa melalui Siloam Orthovolution 2026, pihaknya ingin membangun ruang pembelajaran ilmiah dan aplikatif.
"Inovasi dalam teknologi, teknik operasi, dan pemulihan pasien dapat diterapkan secara tepat," katanya.
Sejumlah pasien mengaku puas dengan pendampingan medis. Iskandar Abubakar sempat khawatir sebelum menjalani TKR, tetapi mendapat penjelasan jelas dan dukungan penuh.
"Saya merasa didampingi, bukan hanya saat tindakan, tetapi juga dalam proses kembali beraktivitas," ujarnya.
>>> Bank Sentral China Terus Tambah Cadangan Emas Demi Diversifikasi Aset
Pasien lain, Vera, menjalani operasi penggantian sendi pada kedua lutut sekaligus. Dalam tiga bulan pascaoperasi, ia sudah mampu beraktivitas nyaman dan memenangkan kompetisi olahraga.
Update Terbaru
Cardi B Buka Suara soal Drama Maduka Okoye dan Ibu Anaknya
Kamis / 23-07-2026, 08:22 WIB
Ariana Biermann Putus Komunikasi dengan Kroy di Tengah Drama Perceraian
Kamis / 23-07-2026, 08:22 WIB
Penumpang Carnival Cruise Viral Garpu untuk Garuk Kaki
Kamis / 23-07-2026, 08:21 WIB
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, Tak Ada Korban Jiwa
Kamis / 23-07-2026, 08:21 WIB
Bahaya Obat Tramadol, Efeknya Dinilai Lebih Besar dari Manfaat
Kamis / 23-07-2026, 08:21 WIB
Jadwal Indonesia vs Filipina di SEA V Cup 2026 Leg 2: Kapan, di Mana?
Kamis / 23-07-2026, 08:21 WIB
Samsung Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Resmi Rilis, Ini Harga di Indonesia
Kamis / 23-07-2026, 08:21 WIB
Lim Kim Rilis Album 'Exit to Nowhere', Catat Perjalanan 13 Tahun
Kamis / 23-07-2026, 08:16 WIB
Airlangga: Lokasi PFII dan KEK Bisa Satu Wilayah, Berbagi Zonasi
Kamis / 23-07-2026, 08:16 WIB
Trump Ancam Bom Jembatan dan PLT Iran Jika Selat Hormuz Diacak-acak
Kamis / 23-07-2026, 08:16 WIB
Program e.loop VW Group: Diskon Hingga 50% untuk Sewa EV
Kamis / 23-07-2026, 08:15 WIB
Huayra Roadster Manual Pertama di Dunia Akan Dilelang, Harga Capai Rp112 Miliar
Kamis / 23-07-2026, 08:14 WIB
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru TPPU Emas 74 Kg dan Uang Rp543 M di Rumah Febrie
Kamis / 23-07-2026, 08:14 WIB
Netizen Protes Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA, Ini Daftarnya
Kamis / 23-07-2026, 08:14 WIB







