"Perubahan bau sesekali adalah normal, tetapi bau yang tidak biasa dan terus-menerus, terutama jika disertai dengan kembung, sembelit, atau diare, dapat menandakan perubahan pencernaan atau ketidakseimbangan mikroba," kata Safir.

>>> Harry Kane Tak Khawatirkan Suhu Panas Piala Dunia 2026 di AS

Menurutnya, bau kentut yang sangat kuat dan berlangsung lama bisa menjadi indikasi gangguan seperti malabsorpsi karbohidrat, pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus (SIBO), hingga masalah pencernaan lain yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Suara Kentut Tak Banyak Berkaitan dengan Kesehatan

Selain bau, suara kentut juga sering menjadi perhatian.

Namun, para ahli menegaskan bahwa keras atau pelannya suara kentut umumnya tidak memiliki kaitan langsung dengan kesehatan usus.

"Suara saat mengeluarkan gas sebagian besar bersifat mekanis dan bergantung pada seberapa banyak gas yang ada, seberapa cepat gas tersebut bergerak, dan tonus otot yang dilewatinya," jelas Safir.

Ia menambahkan, beberapa kondisi seperti sembelit, ketegangan otot dasar panggul, hingga wasir dapat memengaruhi tonus otot rektum sehingga mengubah cara gas keluar dari tubuh.

Faktor-faktor tersebut dapat membuat kentut terdengar lebih keras atau lebih sulit ditahan.

Berapa Kali Kentut yang Masih Normal?

Secara umum, orang sehat rata-rata membuang angin sekitar 10 hingga 20 kali dalam sehari.

Frekuensi tersebut justru menunjukkan bahwa bakteri baik di dalam usus sedang aktif menjalankan fungsinya dalam proses pencernaan makanan.

Bagi mereka yang baru meningkatkan konsumsi serat, frekuensi kentut biasanya akan bertambah untuk sementara waktu. Namun kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun dua hingga enam minggu setelah asupan serat ditingkatkan, frekuensi kentut pada sebagian besar orang akan kembali ke tingkat normal seiring adaptasi sistem pencernaan.

Dengan kata lain, kentut bukanlah sesuatu yang harus selalu dianggap memalukan.

>>> Pemilik Motor Listrik Ramai Upgrade Baterai ke Litium demi Jarak Tempuh

Selama frekuensinya masih berada dalam kisaran normal dan tidak disertai gejala lain seperti nyeri perut, diare, atau sembelit berkepanjangan, buang angin justru merupakan tanda bahwa sistem pencernaan sedang bekerja sebagaimana mestinya.