PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menyatakan optimisme tinggi dalam menghadapi target performa perusahaan sepanjang tahun 2026.

Emiten produsen makanan dan minuman ini justru melihat peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

>>> Marc Marquez Kuasai Sprint Race MotoGP Hongaria 2026 di Balaton Park

Langkah strategis perseroan ditopang oleh kontribusi kuat dari pasar luar negeri yang menjadi ceruk pendapatan utama.

Situasi makro ekonomi saat ini dimanfaatkan perusahaan sebagai momentum memacu pengiriman produk ke pasar internasional.

Kontribusi Ekspor Signifikan

Sektor perdagangan internasional menyumbang porsi yang sangat signifikan terhadap total omzet bersih yang dibukukan oleh emiten konsumer tersebut.

Hal ini membuat fluktuasi mata uang asing memberikan dampak positif bagi pembukuan keuangan internal perusahaan.

"Sebanyak 40% dari total pendapatan perseroan dikontribusi dari pasar luar negeri," kata Wardhana Atmadja, Direktur Mayora Indah.

>>> Konsumen Lebih Pilih Toyota bZ4X Dibanding Urban Cruiser EV

Manajemen menjelaskan bahwa kondisi penguatan mata uang asing meningkatkan nilai konversi pendapatan dari luar negeri.

Lonjakan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang domestik secara langsung memberikan keuntungan tambahan bagi margin laba perseroan.

"Sehingga, pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini telah menyentuh level Rp18.000 per dollar AS, malahan memberi keuntungan tersendiri bagi perseroan," ujar Wardhana Atmadja.

Keuntungan tersebut menjadi bantalan bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi lain.

>>> Timnas Mozambik Bawa 25 Pemain ke Jakarta untuk Uji Coba Lawan Oman dan Indonesia

Manajemen kini fokus mengoptimalkan rantai pasok untuk menjaga momentum pertumbuhan di pasar ekspor global.