Penjajakan Pusat Data Berbasis Luar Angkasa

Google dan SpaceX dikabarkan tengah mengeksplorasi proyek jangka panjang terkait sistem komputasi generasi berikutnya, termasuk konsep pusat data berbasis luar angkasa.

Infrastruktur masa depan itu direncanakan memanfaatkan tenaga surya untuk menekan konsumsi energi di Bumi, meski masih dalam fase sangat awal.

Tantangan Pasokan Daya Komputasi Global

Kebutuhan daya komputasi yang terus meroket menjadi batu sandungan utama dalam perlombaan AI.

Model AI mutakhir membutuhkan ribuan hingga ratusan ribu chip grafis performa tinggi, memaksa perusahaan seperti Google, Microsoft, OpenAI, Amazon, dan Meta menggelontorkan modal besar untuk ekspansi infrastruktur.

Kesepakatan Google-SpaceX menegaskan bahwa persaingan AI tidak lagi hanya soal kualitas model atau fitur, tetapi juga kepemilikan dan jaminan akses terhadap sumber daya komputasi skala raksasa.

>>> Trafik Robot Dominasi Lalu Lintas Internet Global, Lampaui Manusia

Investasi di sektor pusat data, chip AI, dan infrastruktur penunjang diproyeksikan terus meningkat tajam seiring adopsi AI yang semakin luas.