Tradisi memberikan hadiah pernikahan biasanya bersifat sukarela. Namun, sebuah kejadian tidak biasa memicu perdebatan tentang etika pesta pernikahan.

Sepasang pengantin menjadi sorotan publik setelah kedapatan masih menagih amplop kondangan kepada tamu undangan meski sudah setahun menikah.

>>> Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kuartal I 2026 Capai Rp 47,27 Triliun

Kisah ini berawal dari keluhan seorang tamu di forum diskusi Wedding Shaming pada laman Brides.

Tamu tersebut mengaku terkejut setelah menerima e-mail dari seseorang yang mengaku sebagai asisten pengantin perempuan.

Surat elektronik itu bukan berisi ucapan terima kasih, melainkan pengingat bahwa dirinya belum memberikan hadiah pernikahan.

Perasaan heran muncul karena acara pernikahan sudah lama berlalu.

Tamu itu sempat merasa bersalah dan malu karena melupakan hadiah untuk kerabatnya, namun di sisi lain ia juga merasa sikap pengantin sangat aneh.

"Awalnya, saya merasa tidak masalah untuk memberi mereka hadiah.

Namun, rasanya sangat aneh melihat pengantin kaya raya tersebut menagih saya terkait hadiah itu, terutama karena saya hidup jauh dari mereka," tulisnya.

Kehadiran tamu tersebut dalam pesta pernikahan sebenarnya membutuhkan pengorbanan biaya besar.

Ia harus mengeluarkan dana lebih dari US$2.000 atau sekitar Rp32,3 juta untuk tiket pesawat dan penginapan.

Meski awalnya tidak mempermasalahkan biaya tersebut demi merayakan hari bahagia kerabatnya, perasaannya berubah setelah menerima e-mail tagihan. Karena merasa tidak enak, ia akhirnya mengirimkan hadiah tersebut.

>>> Como 1907 Batalkan Transfer Chiesa dan Cambiaso karena Harga Terlalu Tinggi

"Karena sudah merasa malu, saya langsung mengirimkan mereka hadiah. Sayangnya, hingga sekarang, saya belum menerima ucapan terima kasih dari mereka," tuturnya.

Hubungan pertemanan mereka kini dikabarkan merenggang, dan pasangan pengantin tersebut dilaporkan sedang dalam proses perceraian.