PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berhasil mempertahankan performa bisnis yang solid sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.

Kondisi fundamental emiten pengelola jaringan Alfamart ini tetap kokoh meskipun daya beli masyarakat melemah.

>>> Erick Thohir Pastikan Proses Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Berjalan

Pencapaian tersebut didorong oleh strategi ekspansi gerai fisik dan penguasaan pangsa pasar yang kuat di sektor minimarket nasional.

Pertumbuhan Pendapatan dan Laba

Berdasarkan laporan tahun buku 2025, AMRT membukukan pendapatan sebesar Rp 126,74 triliun, tumbuh 7,20% secara tahunan.

Laba bersih perusahaan juga naik 8,35% menjadi Rp 3,41 triliun.

Faktor pendorong utama adalah infrastruktur logistik yang mencakup 58 gudang strategis di seluruh Indonesia serta pengembangan aplikasi Alfagift.

Dari sisi neraca keuangan, margin laba kotor meningkat ke 21,90%, sementara debt to equity ratio (DER) tercatat 0,04 kali dan net gearing ratio negatif di -0,22 kali.

>>> Timnas Brasil Tekuk Mesir 2-1 dalam Laga Uji Coba

Pangsa Pasar Dominan dan Ekspansi Gerai

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyebut pangsa pasar AMRT mencapai 42,2%.

Menurutnya, pertumbuhan pendapatan merupakan hasil dari strategi perluasan jaringan toko, terutama di luar Pulau Jawa.

Hingga Desember 2025, jumlah gerai AMRT mencapai 24.434 unit, dengan 36,6% di antaranya berada di luar Jawa.

Analis memproyeksikan stabilitas kinerja AMRT akan berlanjut pada paruh kedua 2026, didukung sektor kebutuhan pokok meskipun ada tantangan makroekonomi.

>>> Harga Buyback Emas Antam 7 Juni 2026 Turun Rp458.000 dari Rekor Tertinggi

"Dengan posisi keuangan yang sangat sehat, AMRT memiliki ruang bermanuver yang aman untuk melanjutkan ekspansi," tambah Abdul Azis.