Pada titik ketebalan 4 nanometer tersebut, logam mengalami fase transisi dari kondisi tegang akibat pengaruh material di bawahnya, menjadi susunan atom yang lebih rileks.

Hasil ini memberikan bukti langsung bahwa cara atom-atom diatur di dalam suatu material dapat memberikan pengaruh yang terukur pada karakteristik elektroniknya.

"Ini sangat mengejutkan," ujar Seung Gyo Jeong, penulis utama studi sekaligus peneliti di kelompok Profesor Jalan.

"Kami memperkirakan adanya efek antarmuka yang halus, tetapi tidak menduga adanya perubahan fungsi kerja yang besar dan dapat dikendalikan seperti ini.

Mampu memvisualisasikan pergeseran polar pada skala atom dan menghubungkannya langsung dengan pengukuran elektronik adalah hal yang sangat menarik."

Keberhasilan memantau pergerakan atom berukuran mikro yang ternyata terhubung langsung dengan perubahan elektronik skala besar ini membuktikan bahwa rekayasa antarmuka dapat menjadi alat baru yang kuat untuk mengontrol logam.

>>> Trafik Robot Dominasi Internet Global, Lampaui Manusia untuk Pertama Kali

Selain memperluas pemahaman mendasar para ilmuwan di bidang fisika, penemuan ini diharapkan dapat memandu pengembangan perangkat elektronik masa depan, sistem katalisis, hingga teknologi kuantum.