Grup band legendaris Slank merilis album terbaru mereka yang bertajuk Republik Fufufafa. Peluncuran dilakukan di Potlot, Jakarta Selatan, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup pada Jumat (5/6).

Album ini menjadi karya ke-26 dalam perjalanan karier Slank di industri musik Indonesia. Proses pengerjaannya telah dimulai sejak Ramadan 2025.

>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Tempat Tidur Hingga 50 Persen, Plus Tambahan 20 Persen

Sebanyak 10 lagu disajikan dalam album tersebut. Slank mengangkat empat unsur utama, yaitu cinta, alam, sosial, dan anak muda.

Keempat elemen itu direpresentasikan lewat konsep riasan badut nakal pada wajah para personel oleh Face Painting Jakarta. Identitas visual dan lirik dalam album dirangkai melalui unsur-unsur tersebut.

Kritik Sosial dalam Lagu

Slank tetap menyelipkan kritik sosial dalam beberapa lagu, salah satunya berjudul 'Jangan Rakus'. Lagu ini menyoroti soal korupsi yang dinilai nakal.

>>> Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.036 per Dolar AS

Menurut Bimbim, pentolan Slank, 'Jangan Rakus' berbicara tentang cinta dalam makna yang luas. Ia menambahkan bahwa saat ini banyak tontonan tentang korupsi yang berawal dari rasa kurang.

Daftar lagu dalam album Republik Fufufafa meliputi Republik Fufufafa, Rusak Ancur, Jangan Rakus, Di Dekatmu, My Rinduku, Papa Sid, PPN 12%, Bunga Rindu, Buka Baju, dan Ku Tak Mungkin.

>>> Rating TV Nasional per Minggu, 7 Juni 2026: Siaran Indonesia vs Oman Pimpin Daftar Program Terpopuler

Melalui lagu-lagu tersebut, Slank mempertahankan karakter vokal mereka dalam menyuarakan keresahan masyarakat. Album ini menjadi penanda konsistensi Slank dalam bermusik.