>>> Pelemahan Rupiah Tekan Margin Laba Emiten Sektor Konsumer

Amy Lin menambahkan bahwa perkembangan situasi di Amerika Serikat tampaknya tidak akan berdampak negatif signifikan terhadap perusahaan.

Faktor lain yang menaikkan nilai ByteDance adalah perubahan penilaian risiko oleh Bloomberg.

Sebelumnya, Bloomberg memotong valuasi ByteDance 25 persen setelah DPR AS meloloskan RUU pembatasan TikTok pada Maret 2024.

Ketidakpastian kini mereda setelah operasional TikTok di AS beralih ke konsorsium yang dipimpin Oracle, Silver Lake, dan MGX.

Bloomberg kemudian memangkas diskon risiko dari 25 persen menjadi 10 persen.

"Hilangnya tekanan dari AS membuka ruang penilaian ulang terhadap entitas ByteDance yang tersisa," kata Ke Yan, analis teknologi dari DZT Research di Singapura.

Ke Yan menilai valuasi ByteDance masih terhitung murah jika melihat fundamental bisnis yang dimiliki.

ByteDance kini menyusun target besar di sektor AI dengan mendanai rencana pengeluaran hingga 70 miliar dolar AS sepanjang tahun ini.

Langkah ini untuk memimpin pasar AI di China dan menantang korporasi teknologi AS.

Pendanaan investasi sebagian besar akan diambil dari keuntungan bersih ByteDance yang mencapai 50 miliar dolar AS pada 2025.

>>> Meteorit Langka di Gurun Sahara Ungkap Keberadaan Dunia yang Hilang

Perusahaan ini juga tetap menjadi kandidat kuat untuk IPO di masa depan.