Sebuah meteorit langka yang ditemukan di Gurun Sahara menyimpan bukti pertama tentang keberadaan sebuah dunia yang telah lama hilang.

Dunia tersebut diperkirakan seukuran Bulan dan eksis hanya beberapa juta tahun setelah Tata Surya terbentuk 4,5 miliar tahun lalu.

>>> Portugal Kalahkan Chile 2-1 dalam Laga Uji Coba, Bruno Fernandes Cetak Gol Bersejarah

Meteorit bernama Northwest Africa (NWA) 12774 ini adalah bongkah batu seberat sekitar 454 gram yang ditemukan pada 2019.

Para ilmuwan mengklasifikasikannya sebagai angrite, jenis meteorit langka yang termasuk batuan vulkanik tertua di Tata Surya.

Hanya 68 dari lebih dari 80.000 meteorit yang ditemukan di Bumi teridentifikasi sebagai angrite.

Batu antariksa ini menyimpan jejak kimiawi tak biasa yang menunjukkan beberapa dunia terawal di Tata Surya berkembang dengan cara berbeda dari planet berbatu lainnya.

"Material pembentuk benda induk angrite ini secara mendasar berbeda dari bahan pembentuk Bumi dan Mars," kata Aaron Bell, ahli geosains University of Colorado Boulder.

Dengan mengukur elemen radioaktif di dalamnya, ilmuwan mengetahui angrite terbentuk bersamaan Matahari muda lebih dari 4,5 miliar tahun lalu.

Hal yang membuatnya membingungkan adalah sifat kimianya. Angrite mengandung sangat sedikit silika, berbeda dengan Bumi, Mars, dan sebagian besar dunia berbatu.

Karena komposisi tak lazim tersebut, ilmuwan awalnya berasumsi meteorit ini berasal dari asteroid yang relatif kecil.

>>> Jadwal KA Bandara YIA 7 Juni 2026: Rute Jogja dan Harga Tiket

Namun saat menganalisis NWA 12774, Bell dan rekannya mengidentifikasi kristal klinopiroksen yang sangat kaya aluminium. Ini menjadi pertanda batuan tersebut terbentuk di bawah tekanan sangat besar.

Tim menemukan mineral itu membutuhkan tekanan setidaknya 17,5 kilobar, lebih dari 17 kali lipat tekanan dasar Palung Mariana.