Kondisi seekstrem itu tak mungkin terjadi di asteroid kecil, sehingga benda induk asalnya pasti berukuran jauh lebih besar.

Kristal di dalam batuan antariksa tersebut juga mempertahankan karakteristik seperti tepian tajam dan pola kimiawi yang akan memudar jika berada lama di kedalaman interior planet yang panas.

Ini mengisyaratkan mineral tersebut terbentuk pada kedalaman relatif dangkal.

Berdasarkan skenario tersebut, dunia hilang ini mungkin memiliki radius sekitar 1.800 kilometer, sebanding ukuran Bulan dan berpotensi mendekati ukuran Mars.

Apa yang terjadi pada dunia kuno ini masih belum jelas. Salah satu kemungkinannya, dunia tersebut hancur dalam tabrakan dahsyat yang membentuk ulang Tata Surya muda.

Pecahan-pecahannya seperti NWA 12774 kemudian tergabung ke dalam planet berbatu lainnya, termasuk Bumi.

>>> Dinas Pendidikan Kota Semarang Rilis Jadwal Resmi SPMB 2026/2027

Bell mengatakan masih ada banyak meteorit yang tersimpan di laci dan belum dipelajari menyeluruh, sehingga kemungkinan ada lebih banyak protoplanet seperti ini yang belum diketahui.