Pendiri ByteDance, perusahaan induk TikTok, Zhang Yiming, kini menjadi orang terkaya kedua di Asia. Posisinya naik setelah valuasi ByteDance melonjak signifikan.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, Zhang Yiming berada di urutan ke-21 global. Ia menggeser Mukesh Ambani yang turun ke peringkat ketiga Asia.

>>> 3 Cara Mencegah Penumpukan Debu di Rumah Agar Tetap Bersih

Puncak daftar orang terkaya Asia masih ditempati Gautam Adani asal India, yang berada di peringkat ke-17 global.

Kekayaan Zhang Yiming tercatat mencapai 92,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.682 triliun.

Angka ini melonjak lebih dari tujuh kali lipat sejak Bloomberg mulai melacak asetnya pada Maret 2019.

Lonjakan terbaru sebesar 24 miliar dolar AS terjadi setelah Bloomberg menganalisis valuasi ByteDance dari investor besar seperti BlackRock, Fidelity Investments, T.

Rowe Price Group, HSG, dan General Atlantic.

Sementara itu, Mukesh Ambani kini memiliki kekayaan 86,9 miliar dolar AS. Gautam Adani masih kokoh di posisi pertama dengan total kekayaan 117,4 miliar dolar AS.

TikTok dan Doubao Jadi Motor Pertumbuhan

Pertumbuhan ByteDance ditopang oleh dua mesin bisnis utama. Pertama, TikTok yang terus mendominasi pasar video pendek internasional.

Kedua, Doubao, aplikasi chatbot AI milik ByteDance yang telah menjaring lebih dari 300 juta pengguna aktif bulanan. Doubao menjadi chatbot AI terpopuler di China.

Keberhasilan Doubao mendorong ByteDance menyiapkan skema langganan berbayar. Langkah ini dianggap berani karena pengguna digital di China biasanya enggan membayar layanan serupa.

"Lonjakan valuasi ini mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat dan kesuksesan aplikasinya seperti Doubao di China," kata Amy Lin, analis dari Capital Securities di Shanghai.