Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada berhasil mengidentifikasi bakteri asam laktat probiotik dari madu dan bee pollen lebah tanpa sengat asal Indonesia.

Penelitian ini dilakukan oleh Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN dengan memanfaatkan madu serta bee pollen dari tujuh spesies lebah tanpa sengat yang berasal dari Yogyakarta dan Sumbawa.

>>> Pakar Kuliner Ungkap Cara Tepat Menyimpan Kentang agar Awet Segar

Madu lebah tanpa sengat diketahui memiliki kandungan antibakteri, antibiofilm, antioksidan, antikanker, hingga mampu membantu pengendalian kadar gula darah.

Temuan Bakteri Probiotik Unggulan

Peneliti PRTPP BRIN, Ema Damayanti, menjelaskan bahwa madu lebah tanpa sengat Indonesia menyimpan bakteri asam laktat yang tidak hanya mampu bertahan pada kondisi saluran pencernaan, tetapi juga memiliki aktivitas antibakteri, antibiofilm, antikanker, dan antioksidan yang sangat baik.

Isolasi bakteri asam laktat dilakukan dari berbagai spesies lebah seperti Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula clypearis, Tetragonula sarawakensis, Lepidotrigona terminata, Tetragonula drescheri, dan Tetragonula biroi.

Dari proses tersebut, tujuh isolat terbaik dipilih berdasarkan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

Analisis lanjutan menggunakan teknologi whole genome sequencing (WGS), metabolomik berbasis UHPLC-HRMS, dan pengujian karakter probiotik mengidentifikasi isolat unggulan sebagai Lacticaseibacillus rhamnosus dan Pediococcus acidilactici.

>>> Pemain Arsenal Banjiri Piala Dunia 2026 Usai Juara Liga Inggris

Bakteri yang diisolasi terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa, serta menunjukkan aktivitas antikanker pada lini sel kanker kolon WiDr.

Tim peneliti juga mendeteksi adanya potensi lain dari bakteri probiotik ini yang bermanfaat untuk sistem metabolisme tubuh.

"Kami juga menemukan aktivitas penghambatan α-amilase yang cukup signifikan.

Potensi ini menarik karena berkaitan dengan pengendalian kadar gula darah, sehingga berpeluang dikembangkan menjadi produk pangan sehat," tambah Ema.

Hasil riset ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Antonie van Leeuwenhoek serta International Microbiology, dan telah mengantongi pendaftaran paten nomor S00202605018.

>>> Bot Dominasi Lalu Lintas Internet Global, Lampaui Manusia untuk Pertama Kalinya

Tim peneliti BRIN selanjutnya akan meneruskan studi pada tahap formulasi produk dan uji aplikasi pada pangan fermentasi maupun suplemen probiotik untuk memastikan keamanan skala industri.