Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lalu lintas internet global didominasi oleh bot dan agen kecerdasan buatan (AI), melampaui aktivitas pengguna manusia.

Berdasarkan data Cloudflare Radar pada Jumat (5/6/2026), trafik dari AI agent dan bot mencapai 57,4 persen dari total lalu lintas web dalam tujuh hari terakhir.

>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Sepeda hingga 80 Persen

Sementara itu, trafik manusia hanya 42,6 persen.

Lonjakan ini didorong oleh aktivitas AI agent modern yang menjelajahi internet secara otomatis untuk mencari informasi, merangkum konten, atau menyelesaikan tugas pengguna.

Situasi Berbeda di Indonesia

Kondisi sebaliknya terdeteksi di Indonesia.

Data Cloudflare Radar menunjukkan trafik manusia masih mendominasi di angka sekitar 54 persen, sedangkan pergerakan bot berada di kisaran 46 persen.

Akses internet di Indonesia juga paling banyak berasal dari perangkat mobile sebesar 61,5 persen dan desktop 38,5 persen.

Ini berbanding terbalik dengan tren global yang didominasi desktop sebesar 60 persen dan mobile 40 persen.

>>> Bung Harpa Sarankan Timnas Indonesia Fokus ke Piala AFF 2026 di Laga Lawan Mozambik

Temuan ini kembali memicu perdebatan mengenai "Dead Internet Theory", sebuah teori dari akhir 2010-an yang menyebut mayoritas aktivitas internet digerakkan oleh sistem otomatis.

Teori ini dinilai semakin relevan akibat kehadiran AI generatif.

CEO Cloudflare, Matthew Prince, menjelaskan bahwa kategori bot mencakup berbagai sistem otomatis, mulai dari agen AI, crawler mesin pencari, alat pemantauan situs, hingga scraper otomatis.

"Pertumbuhan trafik agen AI ini lebih cepat dari perkiraan.

Awalnya saya mengira fenomena ini akan terjadi pada akhir 2027, namun sekarang ternyata sudah terjadi," kata Matthew dalam sebuah posting di X (Twitter) @eastdakota.

Melalui tren yang dihimpun dari jaringan global penyedia layanan keamanan internet, Matthew memprediksi masa depan web akan mengarah ke skema komersial baru bagi para penyedia bot.

>>> Raymond/Joaquin ke Final Indonesia Open 2026, Kalahkan Unggulan Dunia

Masa depan web tersebut diprediksi akan mengarah ke model "pay to crawl", skema yang mewajibkan perusahaan AI atau bot membayar untuk mengakses serta mengambil data dari suatu situs web.