Google resmi meluncurkan tiga model AI terbaru, yaitu Gemini 3.6 Flash, Gemini 3.5 Flash-Lite, dan Gemini 3.5 Flash Cyber.

Ketiganya dikembangkan untuk mendukung alur kerja AI agent dengan peningkatan efisiensi token, latensi lebih rendah, dan performa yang lebih andal.

>>> Sejarah 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional: Berawal dari UU Kesejahteraan Anak

Menurut Tulsee Doshi, Senior Director of Product Management di Google, pengembang dan pelanggan yang membangun AI agent produksi membutuhkan efisiensi token yang lebih tinggi, latensi rendah, dan performa yang konsisten.

Model-model ini dibangun di atas Gemini 3.5 Flash dan menargetkan berbagai kebutuhan seperti coding, knowledge work, pemrosesan multimodal, alur kerja agent, serta keamanan siber.

Gemini 3.6 Flash

Gemini 3.6 Flash dirancang untuk tugas coding, knowledge work, dan multimodal.

Menurut Artificial Analysis Index, model ini mengurangi penggunaan token output hingga 17% dibandingkan Gemini 3.5 Flash.

Google juga menyebutkan bahwa DeepSWE oleh Datacurve mencatat peningkatan hingga 65% pada beberapa tolok ukur.

Model ini menggunakan lebih sedikit langkah penalaran dan panggilan alat untuk alur kerja multi-langkah.

Harga yang ditetapkan adalah $1,50 per 1 juta token input dan $7,50 per 1 juta token output.

Google melaporkan peningkatan pada coding, computer use, dan knowledge work dibandingkan Gemini 3.5 Flash.

Pada tolok ukur DeepSWE, skor mencapai 49% (naik dari 37%), MLE Bench 63,9% (naik dari 49,7%), OSWorld-Verified 83,0% (naik dari 78,4%), dan GDPval-AA v2 1421 (naik dari 1349).

DeepSWE juga menunjukkan presisi lebih tinggi dengan lebih sedikit suntingan kode yang tidak diinginkan dan pengurangan siklus eksekusi.

Computer use tersedia sebagai alat bawaan sisi klien melalui Gemini API dan Gemini Enterprise.