Kentang merupakan salah satu sumber karbohidrat favorit masyarakat Indonesia. Bahan makanan ini bisa diolah dengan berbagai cara, seperti dikukus, direbus, atau digoreng.

Teksturnya yang lembut serta rasa manis dan gurih alami membuat kentang disukai segala usia. Tak heran jika banyak orang membelinya dalam jumlah besar untuk stok di dapur.

>>> Pemain Arsenal Banjiri Piala Dunia 2026 Usai Juara Liga Inggris

Namun, metode penyimpanan yang keliru dapat menurunkan kualitas kentang. Pakar kuliner Kate Merker memberikan panduan tepat untuk menjaga kesegarannya.

Kesalahan Umum Menyimpan Kentang

Menaruh kentang di dalam kulkas adalah kekeliruan yang sering dilakukan. Suhu dingin lemari es justru merusak kualitas umbi ini dengan cepat.

Dampaknya, tekstur kentang menjadi lembek dan bertepung, serta rasa khasnya hilang.

"Ketika kentang disimpan di tempat terlalu dingin, di bawah suhu -15 derajat Celcius, patinya berubah menjadi gula yang mengubah rasa dan tekstur," jelas Merker.

>>> Bot Dominasi Lalu Lintas Internet Global, Lampaui Manusia untuk Pertama Kalinya

Metode Penyimpanan yang Benar

Kentang sebaiknya diletakkan di dalam kantong atau keranjang kawat. Simpan di ruangan yang sejuk, gelap, dan memiliki sirkulasi udara lancar.

Hindari mencuci kentang sebelum disimpan karena kelembapan memicu kerusakan. Cuci hanya sesaat sebelum akan dimasak.

Jauhkan kentang dari bahan makanan yang menghasilkan gas etilen, seperti bawang bombai, alpukat, pisang, dan apel. Paparan gas ini membuat kentang cepat layu dan bertunas.

Batasan Waktu Penyimpanan

Kualitas terbaik kentang bisa bertahan hingga beberapa minggu atau bulan. Periksa stok secara berkala dan pisahkan kentang yang mulai berbintik atau bertunas.

>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Sepeda hingga 80 Persen

Bagian yang rusak bisa dipotong, sementara bagian bersih masih bisa diolah. Namun, kentang yang sudah busuk, berjamur, atau kulitnya berubah hijau harus dibuang total karena berbahaya bagi kesehatan.