Penurunan performa baterai Sealed Lead-Acid (SLA) sering membuat pengguna motor listrik bimbang antara memperbaiki atau membeli baru.

Komponen ini memiliki usia pakai yang relatif singkat, dipengaruhi pola penggunaan dan perawatan harian.

>>> Harga Emas Antam 7 Juni 2026 Stagnan di Rp2.738.000 per Gram

Pengendara motor listrik disarankan tidak membiarkan kendaraan menganggur terlalu lama. Langkah ini penting agar tegangan baterai tidak merosot drastis yang dapat memperpendek umur pakainya.

Kriteria Baterai SLA yang Masih Bisa Diperbaiki

Muhlasin, pemilik bengkel spesialis motor listrik EV Solution di Pondok Aren, Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa peluang perbaikan tergantung kondisi dan masa pakai baterai.

"Tergantung, biasanya dilihat usia pakainya sudah berapa lama. Nanti diukur hasilnya, masih bisa dibetulin atau tidak," ujarnya kepada Kompas.

com (4/6/2026).

Baterai SLA umum ditemukan pada motor listrik entry-level dan sepeda listrik karena harganya lebih terjangkau daripada baterai litium.

Namun, jenis ini memiliki bobot berat, usia pakai pendek, dan sensitif terhadap pola pengisian daya.

Ada situasi tertentu yang membuat baterai SLA tidak perlu langsung diganti. "Biasanya baterai itu kelemahannya kalau tidak dipakai, voltasenya turun (drop) sehingga tidak bisa dicas.

>>> Sistem PBB Bocor, Data 600 Ribu Warga Gaza Terpapar

Nah, yang masih bisa diperbaiki itu biasanya yang hanya karena lama tidak dipakai lalu voltasenya drop," kata Muhlasin.

Saat tegangan baterai sudah anjlok, pengisian daya tidak bisa dilakukan menggunakan sistem standar kendaraan. "Kalau langsung dicas di unit kan tidak bisa, jadi di sini kita cas satu-satu.

Itu biasanya masih bisa dipakai lagi. Intinya harus bisa dicas dulu, baru kita ukur apakah masih layak pakai atau tidak," jelasnya.