Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp32.000 per gram pada Sabtu (6/6).

Penurunan ini membuat harga emas Antam dari sebelumnya Rp2.770.000 per gram menjadi Rp2.738.000 per gram.

>>> Pigmen Astaxanthin Ubah Warna Kuning Telur Jadi Oranye Pekat

Penurunan yang lebih signifikan terjadi pada harga beli kembali atau buyback.

Nilai buyback susut Rp52.000 per gram, dari Rp2.583.000 per gram menjadi Rp2.531.000 per gram.

Pergerakan harga tersebut menyebabkan selisih atau spread antara harga jual dan harga buyback melebar. Pada 6 Juni, spread tercatat mencapai Rp207.000 per gram.

Selisih yang lebar membuat emas batangan hanya ideal sebagai instrumen investasi jangka panjang. Kenaikan harga emas dalam periode panjang diharapkan dapat melampaui spread dan memberikan keuntungan bagi investor.

Dalam transaksi di gerai Logam Mulia, ada dua jenis harga yang perlu dicermati: harga emas saat pembelian dan harga buyback saat penjualan kembali.

Pemahaman terhadap kedua harga ini penting agar investor tidak salah dalam menghitung potensi untung atau rugi.

>>> Timnas Brasil Kalahkan Mesir 2-1 dalam Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026

Potensi Laba Rugi Investasi Emas Antam

Berdasarkan data historis, investor yang membeli emas Antam pada September 2024 hingga Maret 2025 menikmati keuntungan besar.

Pembelian pada 6 September 2024 di harga Rp1.414.000 per gram, misalnya, menghasilkan keuntungan 79% jika dijual pada 6 Juni 2026 dengan harga buyback Rp2.531.000 per gram.

Sebaliknya, pembelian pada Maret hingga Juni 2026 masih mencatatkan kerugian.

Investor yang membeli pada 6 Maret 2026 di harga Rp3.024.000 per gram mengalami kerugian 16,30% jika menjual pada 6 Juni 2026.

Pembelian pada 6 Desember 2025 di harga Rp2.404.000 per gram menghasilkan keuntungan 5,28%.

Sementara pembelian pada 6 September 2025 di harga Rp2.060.000 per gram memberikan keuntungan 22,86%.

>>> 5 Biji Kopi Terbaik di Dunia Tahun 2026, Kopi Sumatra dan Toraja Masuk Daftar

Pembelian pada 6 Juni 2025 di harga Rp1.929.000 per gram menghasilkan keuntungan 31,21%, dan pembelian pada 6 Maret 2025 di harga Rp1.706.000 per gram memberikan keuntungan 48,36%.