Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tinjau Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok
>>> Kebakaran Landa Kompleks Jamaah Haji Indonesia di Makkah
Kalau kurang orang saya akan nambah orang di sini, kalau kurang di Jakarta saya impor dari Surabaya, Medan, atau Semarang, Banten," terang Purbaya.
Dalam inspeksi tersebut, isi beberapa kontainer seperti bahan baku kulit, komponen blender, matras karet, dan marmer diperiksa secara acak untuk memastikan kesesuaian dengan dokumen impor.
"Saya nggak lihat satu-satu, tapi saya lihat ada bahan baku kulit, tapi nggak numpuk sih.
Saya nggak tahu yang mana yang numpuk ya, tapi yang saya lihat tadi ada bahan baku kulit, onderdil blender, ada lagi matras karet, yang terakhir marmer, sejenis itu lah.
Yang itu bukan menumpuk, saya nggak tahu itu yang numpuk apa nggak," beber Purbaya.
Otoritas keuangan menegaskan pemeriksaan nilai barang akan diperketat untuk mencegah manipulasi harga. Selain itu, pemerintah merencanakan implementasi teknologi kecerdasan buatan dalam sistem pengawasan pelabuhan.
Selain kendala operasional, investigasi lapangan menunjukkan adanya indikasi kesengajaan dari sejumlah importir yang membiarkan komoditas mereka menetap di pelabuhan.
Hal ini karena biaya denda dinilai lebih ekonomis daripada menyewa fasilitas gudang luar.
"Ada satu lagi masalah bahwa barang yang sudah clear segala macem itu tidak diambil oleh importir dan ditumpuk di sini selama berbulan-bulan.
Mungkin karena dendanya lebih murah mereka biarkan saja di sini," ungkap Purbaya.
Kementerian Keuangan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kini tengah mengkaji perubahan regulasi untuk menerapkan sanksi tegas bagi importir yang menunda pengambilan barang.
>>> Vivian Wilson Akui Tak Tahu Jumlah Saudara Kandungnya
"Saya minta tadi Pak Djaka (Dirjen Bea Cukai) dan teman-teman untuk melihat regulasinya, membuat regulasi semacam punishment untuk orang yang terlalu lama meninggalkan barangnya di sini," tutur Purbaya.
Update Terbaru
CELIOS: UU PFII Berpotensi Hambat Indonesia Jadi Anggota Penuh OECD
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
Chandra Asri Group Siapkan Investasi USD1 Miliar untuk CA-EDC Tahap II
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
ACC dan TAF Targetkan Pembiayaan Rp2 Triliun di GIIAS 2026
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
Wapres Setara Menko? Ini Fakta Konstitusi yang Dilupakan di Tengah Drama Kursi Gibran
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
Sinopsis Drakor A Shop for Killers 2: Lee Dong Wook Kembali Jadi Pembunuh Bayaran
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
Arizona Diamondbacks Panggil Kohl Drake untuk Debut MLB
Rabu / 22-07-2026, 16:01 WIB
Colman Domingo Sindir Kritik Rasial terhadap Casting Lupita Nyong'o di The Odyssey
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Jay Feely Raih Nominasi Partai Republik untuk Distrik Pertama Arizona
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
BGN Temukan SPPG Miliki Dua Virtual Account, Dana Rp311 Miliar Dikembalikan
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Cholil ERK dan Eka The Brandals Masuk Badan Pengawas dan Pengurus KontraS
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Toluca Jamu Pumas di Apertura 2026, Catat Rekor Tak Terkalahkan
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Hulu Rilis Dokumenter tentang Kaitan Keluarga Charles Manson
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Modernisasi Pabrik Aspal di Taiwan Jadi Contoh Infrastruktur Berkelanjutan untuk Asia
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB







