PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menargetkan penambahan 15 gerai penjualan emas baru di kota-kota besar Indonesia hingga akhir tahun 2026.

Langkah ini bertujuan memperkuat jaringan distribusi hilir dan mendongkrak volume penjualan emas murni perusahaan yang ditargetkan mencapai 25 ton pada tahun ini.

>>> Kebakaran Landa Kompleks Jamaah Haji Indonesia di Makkah

Ekspansi tersebut akan menggenapkan total jaringan ritel yang dioperasikan emiten menjadi 100 unit, dari posisi akhir kuartal I-2026 yang berjumlah 85 gerai.

Perusahaan membutuhkan dana investasi sekitar Rp 5 miliar untuk mendirikan satu gerai baru, tergantung lokasi dan ukuran bangunan.

Strategi Ekspansi dan Fokus pada Profitabilitas

Ekspansi jaringan ritel ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat penetrasi produk emas batangan dengan merek Emasku langsung kepada konsumen akhir.

Pertumbuhan gerai tercatat konsisten sejak perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2017 yang saat itu hanya memiliki 12 gerai.

Direktur Investor Relation Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda, memaparkan bahwa manajemen saat ini bersikap lebih konservatif dan tidak lagi mengejar pertumbuhan jumlah toko secara agresif.

"Fokus kami adalah memastikan setiap gerai yang dibuka benar-benar memberikan kontribusi terhadap laba perusahaan," kata Thendra saat paparan publik, Rabu (3/6/2026).

Pemilihan lokasi gerai baru akan mempertimbangkan tingkat daya beli masyarakat serta karakteristik konsumen di wilayah target.

Perusahaan juga menjaga agar lokasi gerai resmi tidak saling berbenturan dengan sekitar 100.000 jaringan toko emas mitra yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, menambahkan bahwa indikator kesuksesan perseroan tidak hanya diukur dari kuantitas toko yang dimiliki secara mandiri.