PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah frekuensi perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk di hari kerja. Penambahan dilakukan melalui pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba.

Uji coba ini berlangsung mulai Senin (8/6) hingga Jumat (12/6) untuk mengakomodasi tingginya volume penumpang pada pagi hari.

>>> Federico Chiesa Buka Suara soal Rumor Curtis Jones ke Inter Milan

Pada relasi Jatimulya-Dukuh Atas BSI, tambahan perjalanan dijadwalkan pukul 07.14 WIB, di antara jadwal reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB.

Sementara itu, relasi Harjamukti-Dukuh Atas BSI mendapat tambahan pukul 07.24 WIB, di antara jadwal reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.

Langkah Adaptif KAI

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyatakan bahwa uji coba ini merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna pada jam sibuk pagi.

KAI melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna LRT Jabodebek, terutama di stasiun-stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta.

>>> Emiten Ritel Naikkan Harga Jual Akibat Tekanan Nilai Tukar Rupiah

Berdasarkan data operasional, rata-rata volume pengguna pada hari kerja terjadi antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Kepadatan tertinggi tercatat di Stasiun Harjamukti dengan rata-rata 6.224 pengguna per hari.

Stasiun Cikoko melayani rata-rata 3.432 pengguna per hari pada jam sibuk pagi, disusul Stasiun Cikunir 1 sebanyak 3.274 pengguna, Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna, dan Stasiun Jatibening Baru sebanyak 2.638 pengguna per hari.

Layanan operasional LRT Jabodebek dipastikan tetap berjalan normal.

>>> Portugal Uji Coba Lawan Chile Sebelum Piala Dunia 2026

KAI mengoptimalkan pola operasi perjalanan pada slot waktu dengan mobilitas tinggi untuk mengurangi antrean di stasiun dan dalam rangkaian kereta.