"Mungkin dikira-kira setelah sebulan lebih ya. Nanti terus kita denda yang lebih besar lagi," tegas Purbaya.

Melalui upaya penanganan awal oleh instansi terkait, jumlah dokumen yang tertunda di Pelabuhan Tanjung Priok dilaporkan telah menurun dari 3.000 menjadi 2.500 kontainer.

Guna mempercepat pemulihan arus logistik, jam operasional petugas lapangan kini diperpanjang menjadi 24 jam penuh dengan sistem giliran kerja.

"Saya minta ditambah personelnya.

Mereka harus bekerja 24 jam dengan dua shift atau lebih sampai jumlah antrean turun kembali ke level normal, sekitar 500," tegas Purbaya.

Pemerintah menargetkan kapasitas sistem logistik nasional tetap terjaga optimal di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi dan volume impor yang sedang meningkat.

>>> Stadion Gajayana Malang Tampung Puluhan UMKM di Semesta Berpesta

"Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor bertambah, jangan sampai pelabuhan menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan sistem logistik tetap terkendali dan seluruh proses kembali ke level normal," tegas Purbaya.