Kesepakatan dengan Google menjadi pencapaian komersial masif berikutnya bagi SpaceX di sektor kecerdasan buatan. Sebelumnya, SpaceX juga sukses menyepakati kontrak besar dengan Anthropic, pengembang Claude AI.

>>> Medan Magnet Eksoplanet Gas Raksasa Ternyata Tak Sekuat Dugaan

Dalam kerja sama tersebut, Anthropic menyewa seluruh kapasitas infrastruktur komputasi milik SpaceX yang berada di pusat data Colossus 1 di Memphis, Tennessee.

Momentum ekspansi ini berjalan beriringan dengan restrukturisasi internal yang dilakukan oleh sang pemilik.

Langkah strategis Anthropic terealisasi saat Elon Musk memutuskan untuk mengintegrasikan SpaceX dengan xAI, perusahaan AI miliknya, ke dalam satu payung entitas.

Konsolidasi ini melahirkan raksasa teknologi lintas platform yang dirancang untuk menjawab tantangan kebutuhan komputasi global.

Di sisi lain, SpaceX tengah bersiap mengambil langkah besar di pasar modal global.

Perusahaan besutan Elon Musk tersebut dijadwalkan akan melepas saham perdana ke publik melalui mekanisme IPO pada pekan depan.

Nilai valuasi korporasi SpaceX menjelang go public ditaksir mencapai 1,75 triliun dolar AS atau setara Rp 31,6 kuadriliun.

Angka proyeksi yang sangat tinggi tersebut diprediksi akan menjadikan saham perusahaan ini sebagai target buruan utama para investor di bursa efek.

Selama ini, Elon Musk gencar mengunggulkan model Grok serta chatbot xAI miliknya sebagai penantang utama bagi para pionir industri seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.

Namun, lini produk kecerdasan buatan miliknya dinilai belum menorehkan pengaruh yang masif di tengah pasar yang kompetitif.

IPO ini diperkirakan akan menjadi tontonan pasar karena investor berkesempatan untuk ikut serta dalam visi Musk menciptakan kekuatan gabungan di bidang antariksa dan kecerdasan buatan.

>>> XLSMART Raih Penghargaan Transparansi Emisi Karbon dan Perkuat Jaringan 5G

Sektor AI global yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif turut membawa angin segar bagi korporasi.