Padahal, momentum ini bertepatan dengan masa pemerintahan Donald Trump yang memberikan regulasi lebih ramah, penerimaan institusional, serta kerangka legislatif permanen bagi aset digital.

Namun, likuidasi taruhan senilai miliaran dolar membuat pasar rapuh.

Konflik di Iran memperburuk selera risiko investor dan kembalinya kekhawatiran inflasi membuat investor lebih memilih emas. Analis pasar mencatat bahwa status Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi mulai terganggu.

"Jika emas bersaing dengan dolar AS, maka Bitcoin secara efektif bersaing dengan likuiditas global," kata Dean Chen, analis di bursa kripto Bitunix.

Tingginya biaya modal membuat para pelaku pasar mulai bersikap realistis terhadap penempatan dana mereka.

>>> 12 Kebiasaan Sehat untuk Perempuan Menurut Pakar Kesehatan

"Ketika pasar semakin yakin bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan biaya modal akan tetap tinggi, investor secara alami mengurangi alokasi ke aset yang tidak menghasilkan imbal hasil," ujar Dean Chen.