Kol Punya Manfaat Jitu, Tapi 6 Kelompok Orang Ini Harus Waspada

Kol atau kubis merupakan sayuran favorit di Indonesia.
Selain murah dan mudah diolah, kol mengandung vitamin C, vitamin K, serat, kalium, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan.
>>> Jadwal Liga Italia 2026-2027: Como 1907 Jalani Tiga Laga Tandang Beruntun
Namun, tidak semua orang bisa mengonsumsi kol dalam jumlah banyak. Pada kondisi tertentu, sayuran dari keluarga Brassica ini justru bisa memicu gangguan kesehatan.
Enam Kelompok yang Perlu Berhati-hati
Penderita gangguan tiroid perlu membatasi konsumsi kol. Kol mengandung goitrogen yang dapat mengganggu fungsi tiroid jika dikonsumsi berlebihan, terutama dalam keadaan mentah.
Memasak kol dapat mengurangi kandungan goitrogen secara signifikan.
Orang yang sedang diare atau memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS) juga harus waspada. Kandungan serat dan fruktan dalam kol dapat memperburuk gejala pencernaan.
Penderita maag atau GERD sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi kol. Sayuran silangan dapat menghasilkan gas yang memicu kembung dan tidak nyaman.
>>> 5 Tips Liburan Nyaman dan Aman di Musim Kemarau
Bagi yang akan menjalani operasi, konsumsi kol dalam jumlah besar dikhawatirkan mengganggu pengendalian gula darah. Disarankan menghentikan konsumsi kol setidaknya dua minggu sebelum operasi.
Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan asupan kol. Vitamin K dalam kol dapat memengaruhi cara kerja obat tersebut.
Mereka yang mudah kembung dan sering buang gas juga perlu membatasi kol. Kandungan raffinose, serat yang sulit dicerna, dapat menghasilkan gas berlebih saat difermentasi bakteri usus.
Para ahli menyarankan memulai konsumsi kol dalam porsi kecil dan meningkatkannya secara bertahap agar sistem pencernaan beradaptasi.
>>> Mathew Baker Catat Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia
Selain enam kelompok tersebut, orang dengan riwayat alergi terhadap sayuran Brassicaceae seperti brokoli atau kembang kol juga perlu waspada karena berpotensi mengalami reaksi alergi serupa.
Update Terbaru
Alexander Zverev Melaju ke Final French Open 2026 Usai Tekuk Jakub Mensik
Sabtu / 06-06-2026, 16:27 WIB
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Berpotensi Pengaruhi Premi Tokio Marine
Sabtu / 06-06-2026, 16:22 WIB
Sound Euphonium Final Movie Part 2 Rilis Trailer Utama dan Visual Kunci
Sabtu / 06-06-2026, 16:20 WIB
Bawa Tas Ransel Terlalu Berat Picu Risiko Saraf Kejepit di Leher
Sabtu / 06-06-2026, 16:20 WIB
Menkeu Purbaya Siap Denda Pengusaha Penimbun Kontainer di Tanjung Priok
Sabtu / 06-06-2026, 16:17 WIB
Prasetyo Hadi Tanggapi Usulan Pelibatan Sipil dalam RUU Polri
Sabtu / 06-06-2026, 16:17 WIB
NASA Perintahkan Lima Astronaut Berlindung Akibat Kebocoran Modul ISS
Sabtu / 06-06-2026, 16:16 WIB
Mathew Baker Catat Debut Bersejarah di Timnas Indonesia Senior
Sabtu / 06-06-2026, 16:16 WIB
Mengenal Bentuk Darah Keguguran Usia 2 Bulan dan Gejalanya
Sabtu / 06-06-2026, 16:16 WIB
BSI Sediakan KUR Mei 2026 untuk Modal Usaha Mikro dan Kecil
Sabtu / 06-06-2026, 16:12 WIB
GrabFood Gelar Festival Burger Sedunia di Chillax Sudirman Jakarta
Sabtu / 06-06-2026, 16:08 WIB
Motul Borong Dua Penghargaan Brand Choice Award 2026
Sabtu / 06-06-2026, 16:08 WIB
Ruang Ganti Prancis Memanas Jelang Piala Dunia 2026 Akibat Isu Keretakan Mbappe dan Kante
Sabtu / 06-06-2026, 16:08 WIB
Wuling Eksion PHEV Tempuh Jakarta-Yogyakarta 627 Km Tanpa Kendala
Sabtu / 06-06-2026, 16:07 WIB






