Pemerintah Iran kembali menegaskan dukungannya terhadap Hizbullah dengan menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan. Tuntutan itu menjadi syarat mutlak bagi kesepakatan damai regional.

Sikap tegas Teheran ini dilaporkan semakin mempersulit proses negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang telah memasuki bulan keempat.

>>> Remedy Entertainment Umumkan Jadwal Rilis Resmi Control Resonant

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam wawancara dengan Al Mayadeen, Sabtu, menegaskan bahwa penghentian pertempuran antara Israel dan Hizbullah menjadi prasyarat utama.

"Berakhirnya perang di Lebanon harus disertai dengan penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka duduki," ujarnya.

Pernyataan Araqchi muncul setelah pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak usulan gencatan senjata dari AS karena merasa tidak dilibatkan.

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Rezaei, memperingatkan Israel agar menghentikan ancaman serangan ke Beirut.

Ia menekankan posisi penting Hizbullah yang telah banyak berkorban dan menyatakan bahwa Lebanon akan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjanjian apa pun.

>>> Hector Souto Cerita Perjuangan Panjang Latih Timnas Futsal Indonesia

Hingga kini, Israel masih melancarkan operasi militer di Lebanon selatan.

Eskalasi konflik juga meluas ke Gaza, Kuwait, wilayah utara Israel, dan memicu baku tembak antara pasukan Iran dan AS di Teluk.

Konflik yang memanas sejak akhir Februari 2026 ini berdampak pada pembatasan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.

Selat tersebut menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui World Food Programme memperingatkan ancaman krisis pangan global akibat lonjakan biaya bahan bakar dan transportasi yang dipicu ketegangan berkepanjangan.

>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Secara Online Lewat HP

Saat ini, AS dan Iran masih melakukan negosiasi tidak langsung mengenai pencabutan sanksi ekspor minyak. Isu program nuklir Iran ditangguhkan untuk perundingan tahap berikutnya.