Kesuksesan Hector Souto bersama Timnas Futsal Indonesia tidak datang secara instan. Pelatih asal Spanyol itu harus melewati proses panjang penuh kerja keras dan pengorbanan sejak usia muda.

Sejak menangani Timnas Futsal Indonesia pada 2024, Hector Souto berhasil mempersembahkan gelar juara ASEAN Futsal Championship 2024, emas SEA Games 2025, dan runner-up AFC Futsal Asian Cup 2026.

>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Secara Online Lewat HP

Ia mengakui semua itu berkat komitmen jangka panjang yang dimulai dari desa terpencil di Spanyol.

Dalam wawancara eksklusif, Hector Souto menceritakan bahwa daerah asalnya tidak memiliki ekosistem futsal yang besar. Ia terpaksa merantau untuk mengejar karier profesional.

"Di desa saya, futsal biasanya hanya dimainkan sampai usia 14 tahun. Setelah itu pemain beralih ke sepak bola atau hanya bermain untuk bersenang-senang," ujarnya.

"Karena itu, saat berusia 18 hingga 20 tahun, saya harus pergi ke tempat lain untuk menemukan lingkungan yang lebih profesional."

Sebelum menjadi pelatih pada usia 22 tahun, Hector Souto sempat aktif sebagai pemain.

Keputusan pensiun dini itu menjadi awal petualangan barunya melatih berbagai tim di Spanyol, Vietnam, hingga Indonesia.

Peran Keluarga dalam Menjaga Keseimbangan

Hector Souto mengungkapkan bahwa keluarganya tidak terlalu memahami futsal. Kondisi ini justru membantunya lepas dari tekanan kompetisi dan tetap membumi.

"Keluarga dan teman-teman saya tidak terlalu memahami dunia futsal. Beberapa kerabat bahkan tidak tahu hasil yang saya raih," kata Hector.

"Menurut saya itu hal yang baik karena mereka tidak terus-menerus membicarakan futsal, melainkan hal lain yang menyegarkan pikiran."

Dukungan emosional dari orang terdekat membuatnya tidak besar kepala meski populer di Indonesia. "Hal itu membuat saya tetap membumi.