Namun, jika terjadi bottleneck, harga CPO domestik berpotensi tertekan.

Pelaku usaha juga menyoroti perlindungan data komersial dalam sistem DSI. Data pembeli, volume transaksi, dan formula kontrak harus dijaga kerahasiaannya agar tidak bocor.

>>> Tren Aliran Dana Asing di Pasar Modal dan Pasar Uang RI

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengatakan penurunan ekspor batu bara dipengaruhi oleh tingginya persediaan di China dan India.

Kedua negara importir utama itu masih memiliki inventori domestik yang aman, sehingga menekan agresivitas pembelian.

Menurut APBI, perhatian pelaku usaha kini lebih tertuju pada kesiapan implementasi DSI di lapangan. Kepastian sistem dan pelaksanaan teknis menjadi kunci agar kontrak ekspor yang berjalan tidak terganggu.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menilai DSI berpotensi memperbaiki tata kelola ekspor.

Namun, kebijakan ini belum tentu berdampak langsung pada harga komoditas di pasar global.

Rizal menjelaskan bahwa harga CPO sangat dipengaruhi permintaan dari India, China, dan Pakistan, serta harga minyak nabati lain.

Sementara harga batu bara lebih ditentukan oleh permintaan energi global, terutama dari China dan India.

Meski demikian, konsolidasi ekspor melalui DSI dapat meningkatkan nilai realisasi ekspor dengan mengurangi underpricing dan memperkuat posisi tawar.

Jika DSI mampu mengintegrasikan pemasaran dan negosiasi kontrak jangka panjang, margin perdagangan dapat meningkat.

Rizal menekankan bahwa faktor utama penentu harga ekspor tetaplah dinamika pasar global. Pengaruh DSI terhadap harga komoditas lebih kecil dibandingkan faktor permintaan dan pasokan global.

Dari sisi pelaku usaha, skema DSI berpotensi memberikan kepastian pasar, efisiensi logistik, dan akses pembiayaan yang lebih kuat.

Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada tata kelola dan kesiapan implementasi.

Rizal mengingatkan bahwa sentralisasi perdagangan tanpa tata kelola yang baik justru dapat menimbulkan inefisiensi dan mengurangi daya saing ekspor.

Risiko lain termasuk berkurangnya fleksibilitas eksportir, potensi distorsi pasar, dan kekhawatiran negara importir terhadap praktik monopoli.

>>> Pemerintah Godok Skema Bagi Hasil Migas untuk Tambang

Keberhasilan DSI sebaiknya diukur dari kemampuannya meningkatkan nilai tambah ekspor, memperkuat hilirisasi, dan mengoptimalkan penerimaan devisa. Bukan semata-mata dari kemampuannya mengendalikan harga global.