Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sepanjang pekan perdagangan 2 hingga 5 Juni 2026. Penurunan ini dipicu aksi jual masif investor asing di pasar modal Indonesia.

Meski tekanan jual meluas, sejumlah saham dalam negeri justru menjadi target buruan investor global.

>>> Kemenhaj Berangkatkan Jemaah Kloter KJT-04 Usai Kendala Teknis Pesawat

Beberapa saham mencatatkan aksi beli bersih atau net foreign buy signifikan di tengah pelemahan pasar.

Saham Paling Diburu Asing

Berdasarkan data RTI Infokom, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) memimpin aksi beli bersih asing dengan nilai mencapai Rp373,8 miliar.

Posisi berikutnya diikuti PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) yang mencatatkan net foreign buy sebesar Rp218,5 miliar.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) membukukan aksi beli asing senilai Rp206,8 miliar.

Emiten lain yang diminati adalah PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan nilai Rp203 miliar dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sebesar Rp186,6 miliar.

Investor global juga mengoleksi PT Timah Tbk. (TINS) senilai Rp171,8 miliar dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) sebesar Rp122,1 miliar.

Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) turut diincar dengan torehan Rp99,5 miliar.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) mencatat beli bersih Rp70,4 miliar, diikuti PT Indika Energy Tbk. (INDY) Rp64,2 miliar.

PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengantongi Rp57,9 miliar dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) sebesar Rp54 miliar.

Walaupun mencatatkan net buy asing, hal tersebut tidak menjadi jaminan bagi pergerakan harga saham-saham ini.

Data Stockbit menunjukkan mayoritas saham yang diincar asing justru mengalami koreksi harga dalam sepekan terakhir.