Seorang pria lanjut usia yang menjadi korban serangan bison di Taman Nasional Yellowstone membagikan pengalaman pahitnya dari ranjang rumah sakit.

Carl Isom-McDaniel mengatakan bahwa bison bisa menyerang dengan cepat, sehingga penting untuk selalu mengawasi hewan tersebut.

>>> Kimora Lee Simmons Tak Berencana Beri Hak Asuh ke Tim Leissner, Filing Hanya Kesalahan

Dalam video yang direkam dari rumah sakit, Carl menjelaskan bahwa bison itu awalnya berguling-guling di tanah tanpa menunjukkan agresi.

Namun, begitu bison itu menatapnya, situasi berubah drastis.

Carl mengaku sempat menyuruh cucunya untuk pergi sebelum ia sendiri berlari di antara pepohonan untuk menyelamatkan diri.

Namun, bison itu berhasil mengejarnya dan menyerang.

"Mereka bergerak lebih cepat dari yang bisa Anda bayangkan," ujar Carl, memperingatkan bahwa tidak ada gunanya mencoba melarikan diri dari bison dengan berlari.

Akibat serangan tersebut, Carl terlempar ke udara dan mengalami patah tulang paha di empat tempat.

>>> Sidang Pendahuluan D4vd Dimulai, Jaksa Belum Putuskan Hukuman Mati

Ia telah menjalani operasi untuk memperbaiki cedera yang dideritanya.

Menariknya, bison tersebut tidak akan menghadapi konsekuensi apa pun atas serangan ini.

Pihak berwenang Yellowstone telah mengumumkan bahwa mereka tidak berencana untuk melakukan eutanasia pada hewan tersebut.

Pedoman resmi menyatakan bahwa pengunjung harus menjaga jarak setidaknya 75 kaki dari bison.

Carl dan cucunya tampaknya sudah menjaga jarak, tetapi musim kawin mungkin menjadi faktor pemicu agresi bison karena testosteron yang meningkat.

>>> Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026

Carl masih harus menjalani pemulihan yang panjang, dan ia berharap pengalamannya bisa membantu orang lain agar tidak mengalami nasib serupa.