Presiden AS Donald Trump berjanji segera mengakhiri konflik dengan Iran guna menekan lonjakan harga kebutuhan saat berkampanye di Chippewa Falls, Wisconsin, pada Jumat (5/6).

Langkah politik ini diambil untuk membantu Partai Republik mempertahankan kendali mayoritas di Kongres menjelang pemilihan paruh waktu.

>>> Defisit APBN Mei 2026 Terkendali, Menkeu: Kondisi Fiskal Aman

Kunjungan ke wilayah pedesaan Wisconsin menjadi strategi krusial karena Partai Republik menghadapi tekanan dari pemilih yang frustrasi akibat tingginya biaya hidup dan lonjakan harga bensin.

Kenaikan harga energi dan komoditas dipicu oleh kebijakan perang Trump terhadap Iran.

Janji Trump dan Respons Pemilih

Meskipun kesepakatan damai masih sulit dicapai, Trump menyatakan kemajuan negosiasi dapat segera terwujud dan mendesak pendukungnya tetap bersemangat menghadapi pemilu.

"Kita akan segera keluar dari Iran dan itu akan menjadi langkah yang kuat—dengan cara apa pun," kata Trump.

Trump memberikan jaminan bahwa penyelesaian konflik akan berdampak langsung pada biaya produksi pertanian setempat.

"Harga pupuk Anda akan turun drastis, seperti empat bulan lalu," tambahnya.

Di sisi lain, respons masyarakat pendukung menunjukkan keraguan terhadap efektivitas kebijakan luar negeri pemerintah terkait konflik di Timur Tengah.

>>> Reborn Rookie Episode 4 Sub Indo dan Spoiler  serta Link Bukan LK21 tapi di Netflix: Awal Misi Mengungkap Kebenaran

"Saya jelas tidak senang dengan harga bensin," kata Tom Paff, analis data yang menempuh perjalanan dari Boyd.

Paff menyatakan diri sebagai pendukung setia Trump, tetapi tetap kritis terhadap keterlibatan militer AS di luar negeri.

"Saya rasa kita sama sekali tidak pantas berada di Timur Tengah," katanya.

Sementara itu, posisi petahana dari Partai Republik di distrik tersebut, Derrick Van Orden, berada dalam ancaman karena kursi mayoritas tipis 217-212 di DPR menjadi target utama pembalikan suara oleh Partai Demokrat.