Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia aman dengan defisit APBN per 31 Mei 2026 terkendali di angka 0,70 persen.

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 tercatat sebesar Rp 180,4 triliun, atau setara 0,70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

>>> Reborn Rookie Episode 4 Sub Indo dan Spoiler  serta Link Bukan LK21 tapi di Netflix: Awal Misi Mengungkap Kebenaran

Purbaya menyebut defisit ini berhasil dikendalikan berkat perbaikan signifikan pada penerimaan pajak serta kepabeanan dan cukai.

Hingga 31 Mei 2026, total pendapatan negara mencapai Rp 1.185 triliun, sementara realisasi belanja negara sebesar Rp 1.365,4 triliun.

Penerimaan negara tumbuh 19,1 persen year-on-year (yoy), sedangkan belanja negara meningkat 34,4 persen.

Pemasukan Rp 1.185 triliun ditopang setoran pajak Rp 834,4 triliun, kepabeanan dan cukai Rp 123,8 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 226,4 triliun.

>>> My Royal Nemesis Episode 11-12 Sub Indo serta Link dan Spoiler di Netflix bukan LK21: Ancaman Takdir dan Konflik Baru

Sektor perpajakan mencatat pertumbuhan tertinggi 22,1 persen, diikuti PNBP 19,9 persen, dan kepabeanan serta cukai 0,7 persen.

Purbaya membandingkan tahun lalu di bulan yang sama pajak negatif 11,3 persen, PNBP negatif 33,2 persen, sehingga perbaikan tahun ini signifikan.

Belanja negara Rp 1.365,4 triliun terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.059,3 triliun dan transfer ke daerah Rp 306,1 triliun.

Keseimbangan primer mencatat surplus Rp 58,6 triliun hingga akhir Mei 2026, memperkuat stabilitas keuangan.

>>> Kapan Drakor Fifties Professionals Episode 7-8 Tayang?Berikut Jadwal, Link dan Spoiler bukan LK21 tapi di KST: Rahasia Lama Terancam Terbongkar

Purbaya menolak anggapan pengelolaan APBN ugal-ugalan, menegaskan pajak naik, defisit terjaga, dan kondisi fiskal amat baik.