Saham Wall Street Anjlok, Rentetan Kemenangan 9 Pekan Terhenti
Pasar saham Wall Street mengakhiri rentetan kemenangan mingguan selama sembilan minggu berturut-turut setelah indeks saham utama ditutup anjlok tajam pada Jumat (5/6).
Penurunan drastis ini dipicu oleh laporan pekerjaan Mei yang kuat, sehingga menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga agresif dari Federal Reserve AS.
>>> Pixar Ungkap Wajah Pemilik Pertama Jessie Jelang Toy Story 5
Aksi jual besar-besaran terkonsentrasi pada sektor chip dan teknologi yang sebelumnya melonjak tinggi.
Penjualan tersebut menghapus nilai pasar saham hingga lebih dari US$1 triliun dan menekan Indeks Komposit Nasdaq serta S&P 500 dari level tertinggi baru mereka.
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat ekonomi menambah 172.000 pekerjaan pada bulan Mei, lebih dari dua kali lipat prediksi analis, dengan tingkat pengangguran stabil pada 4,3%.
Kondisi ekonomi yang kuat ini memupus harapan investor terkait penurunan suku bunga dalam waktu dekat oleh The Fed.
Analis: Pasar Bereaksi Berlebihan
Kepala strategi pasar di Carson Group, Ryan Detrick mengatakan bahwa setelah rekor kenaikan selama sembilan minggu terakhir di pasar saham, khususnya teknologi dan semikonduktor, "bendungan itu jebol hari ini."
Detrick menilai laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan menempatkan The Fed dalam posisi sulit terkait pemotongan suku bunga untuk sisa tahun ini.
"Pasar bereaksi dengan menghantam saham-saham yang paling diuntungkan sejauh ini," tambahnya.
>>> Pasar Kripto Merosot, Ether Anjlok ke Level Terendah Setahun
Kenaikan suku bunga dan ketegangan politik luar negeri akibat perang Iran turut memperberat sentimen pasar menjelang akhir pekan.
Meski demikian, beberapa analis menganggap penurunan ini bersifat sementara.
Kepala strategi ekuitas di Wells Fargo, Ohsung Kwon berpendapat bahwa reaksi pasar hari ini lebih didorong oleh posisi daripada fundamental.
"Sektor semikonduktor terlalu jenuh beli. Itulah mengapa kita melihat aksi jual.
Saya rasa ini bukan akhir dari pasar bullish semikonduktor," ujarnya.
Pada penutupan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 695,15 poin atau 1,35% ke 50.866,78, S&P 500 terpangkas 200,57 poin atau 2,64% ke 7.383,74, dan Nasdaq Composite jatuh 1.121,53 poin atau 4,18% ke 25.709,43.
>>> Trans Luxury Hotel Surabaya Buka Promo Menginap Mewah Mulai Rp 999 Ribu
Sektor teknologi di S&P 500 memimpin kejatuhan sebesar 5,8%, dengan saham Nvidia anjlok 6,2%, sementara Intel, Micron, AMD, dan Broadcom merosot antara 7,9% hingga 13,3%.
Update Terbaru
TSMC Pasok Chip Nvidia dan AMD Meski Kapasitas Produksi Terbatas
Sabtu / 06-06-2026, 06:52 WIB
Persediaan Minyak di Level Berbahaya, Harga Bensin Siap Melonjak
Sabtu / 06-06-2026, 06:47 WIB
MotoGP Resmi Kembalikan GP Hungaria ke Kalender 2026
Sabtu / 06-06-2026, 06:47 WIB
Tuchel Khawatirkan Kondisi Rumput Stadion Jelang Uji Coba Lawan Selandia Baru
Sabtu / 06-06-2026, 06:42 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Dipicu Redanya Risiko Konflik AS-Iran
Sabtu / 06-06-2026, 06:42 WIB
Teuku Riefky Harsya Resmikan Festival Burger Dunia di Jakarta
Sabtu / 06-06-2026, 06:40 WIB
Paraguay Ungguli Nikaragua Lewat Penalti di Babak Pertama
Sabtu / 06-06-2026, 06:37 WIB
Samsung Siapkan Galaxy Z Flip 8 dalam Dua Varian Chipset
Sabtu / 06-06-2026, 06:37 WIB
Analis Pertahankan Rekomendasi Beli Saham PGAS, Target Harga Rp2.300
Sabtu / 06-06-2026, 06:36 WIB
UIN Sunan Kalijaga Buka PMB Jalur Mandiri 2026 dan Prodi Kedokteran
Sabtu / 06-06-2026, 06:36 WIB
Samsung Siapkan Galaxy Z Flip 8 dengan Dua Varian Chipset Berbeda
Sabtu / 06-06-2026, 06:36 WIB
Timnas Indonesia Tundukkan Oman Tiga Gol Tanpa Balas di GBK
Sabtu / 06-06-2026, 06:32 WIB
Paraguay Kalahkan Nikaragua 1-0 Berkat Penalti Romero Gamarra
Sabtu / 06-06-2026, 06:32 WIB
Tiongkok Perluas Pembatasan Investasi Luar Negeri untuk Lindungi Teknologi
Sabtu / 06-06-2026, 06:32 WIB






