Pasar aset digital kembali mengalami tekanan berat.

Aksi jual masif membuat harga Ether merosot ke level terendah dalam setahun terakhir pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

>>> Trans Luxury Hotel Surabaya Buka Promo Menginap Mewah Mulai Rp 999 Ribu

Ether sempat jatuh lebih dari 8 persen ke angka US$ 1.625 atau sekitar Rp 25,5 juta.

Pelemahan ini juga diikuti oleh Bitcoin yang turun 3,9 persen ke level sedikit di atas US$ 61.000.

Bitcoin mengalami arus keluar konsisten dari exchange-traded funds (ETF) di Amerika Serikat. Sementara itu, bursa saham AS justru mencetak rekor kenaikan berkat popularitas investasi kecerdasan buatan.

Koin Privasi Terpukul Celah Keamanan

Tekanan paling besar melanda kategori koin privasi.

Zcash anjlok lebih dari 50 persen dalam 24 jam akibat laporan celah keamanan kritis, dan Monero turun 17 persen.

>>> Timnas Iran Resmi Terima Visa AS untuk Piala Dunia 2026

Zcash Foundation memberikan konfirmasi resmi melalui blog mereka bahwa tidak ditemukan bukti adanya pembuatan token secara tidak sah.

Namun, kekhawatiran pasar tetap tinggi.

Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets, mengatakan level saat ini merupakan support kuat sejak Februari dan terakhir terlihat pada 2024 sebelum pemilu Trump.

"Jika level ini tembus, dampaknya akan sangat merusak bagi pasar," ujarnya.

Penurunan harga Bitcoin yang mendekati angka psikologis krusial memperpanjang tren negatif jangka panjang sejak Agustus 2025.

>>> TSMC Konfirmasi Pembelian Alat Litografi High-NA EUV untuk Riset

Chen Dean Chen, analis di bursa kripto Bitunix, menambahkan bahwa jika investor mulai mempertanyakan keberlanjutan valuasi saham AS, rotasi modal dan penyesuaian risiko bisa terjadi lebih cepat.