Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) mengonfirmasi keterbatasan kapasitas produksi dalam memenuhi lonjakan permintaan chip canggih untuk kecerdasan buatan (AI).

Meskipun terus memperluas fasilitas manufaktur di Amerika Serikat, kondisi pasokan yang tertinggal dari permintaan diperkirakan berlangsung beberapa tahun ke depan.

>>> Tuchel Khawatirkan Kondisi Rumput Stadion Jelang Uji Coba Lawan Selandia Baru

Perusahaan raksasa seperti Nvidia dan Advanced Micro Devices (AMD) saat ini menggantungkan pasokan semikonduktor canggih mereka dari TSMC.

Menghadapi tekanan pasar yang besar, produsen chip asal Taiwan itu memastikan tidak akan menaikkan harga produk secara agresif demi menjaga stabilitas bisnis jangka panjang.

Ekspansi Pabrik di Arizona

Struktur ekspansi jangka panjang TSMC kini berfokus di wilayah Phoenix utara, Arizona, dengan total komitmen investasi mencapai 165 miliar dolar AS.

Chairman dan CEO TSMC Dr. C. C.

Wei mengonfirmasi bahwa dua bidang lahan seluas lebih dari 2.000 hektare akan mengamankan kebutuhan ekspansi hingga pertengahan dekade 2030-an.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Dipicu Redanya Risiko Konflik AS-Iran

Langkah ini mencakup akuisisi lahan gelombang kedua seluas 902 hektare pada Januari 2026 senilai 197,25 juta dolar AS, melengkapi tapak awal seluas 1.100 hektare.

Melalui perluasan tersebut, TSMC memproyeksikan pembangunan sedikitnya empat pabrik chip tambahan di luar enam fasilitas yang telah diumumkan sebelumnya.

Proyeksi pertumbuhan penjualan perusahaan tetap ditargetkan di atas 30 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh belanja modal yang berpotensi mendekati batas atas 56 miliar dolar AS.

Manajemen memperkirakan lonjakan permintaan dipicu oleh adopsi teknologi AI pada ponsel pintar dan sistem komputasi dari perusahaan hyperscaler.

"Butuh waktu lama sebelum kami dapat memenuhi seluruh permintaan pelanggan," kata Wei, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (5/6/2026).

>>> Teuku Riefky Harsya Resmikan Festival Burger Dunia di Jakarta

Konstruksi pabrik kedua TSMC di Arizona saat ini dijadwalkan selesai dengan instalasi peralatan pada akhir tahun 2026, sementara manufaktur volume tinggi ditargetkan berjalan pada akhir tahun 2027.