Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan pertumbuhan bersih sebanyak 172.000 lapangan kerja baru pada bulan Mei. Angka ini dua kali lipat dari perkiraan konsensus para ekonom.

Lonjakan signifikan ini diprediksi meredakan kekhawatiran Federal Reserve mengenai pasar tenaga kerja. Fokus bank sentral kini beralih penuh terhadap risiko inflasi.

>>> Calon Presiden Real Madrid Enrique Riquelme Ingin Barcelona Turun ke Divisi Dua

Tingkat pengangguran stabil di angka 4,3%. Data ketenagakerjaan bulan Maret dan April juga direvisi naik secara signifikan.

Situasi ini langsung mengubah ekspektasi pasar keuangan menjelang rapat perdana Ketua anyar The Fed Kevin Warsh pada 16-17 Juni mendatang.

Probabilitas kenaikan suku bunga acuan pada bulan Desember melonjak ke angka 70%, dari posisi hari Kamis yang berada di kisaran 50%.

Pejabat The Fed Mulai Vokal soal Pengetatan

Presiden Fed Cleveland Beth Hammack menilai kondisi ekonomi terkini sudah mendekati situasi lapangan kerja penuh. Ia menulis di LinkedIn bahwa inflasi menunjukkan tren yang terus mendaki.

"Sebaliknya, inflasi menunjukkan cerita yang berbeda. Angkanya tinggi dan terus bergerak naik...

Jika tren ini berlanjut, tindakan pengetatan mungkin akan segera meluncur," kata Hammack.

Kepala Ekonom Amerika Utara di Capital Economics Stephen Brown menyatakan bahwa tren positif data nonfarm payrolls selama tiga bulan berturut-turut seharusnya menghapus kecemasan FOMC.

Bank sentral kini menghadapi situasi yang lebih rumit untuk mengabaikan inflasi utama maupun inti.

Brown memproyeksikan adanya peluang besar bagi FOMC untuk mengambil langkah darurat dalam menaikkan suku bunga.

>>> Florentino Perez Janjikan Transfer Rekor Real Madrid Minimal 150 Juta Euro

Kebijakan tersebut berpotensi diambil pada akhir tahun ini apabila tidak ada kejutan negatif di pasar tenaga kerja selama musim panas.