Gubernur The Fed Christopher Waller juga ikut mengubah pandangannya secara drastis setelah melihat stabilitas pasar tenaga kerja saat ini.

Padahal, Waller sebelumnya menjadi kandidat kuat Ketua Fed yang mendukung pemangkasan suku bunga pada awal tahun ini.

"Saya tidak bisa lagi mengesampingkan opsi kenaikan suku bunga ke depan jika inflasi tidak segera mereda," ujar Waller.

Di sisi lain, Dana Moneter IMF melalui juru bicara Julie Kozack melihat adanya risiko kenaikan lanjutan pada inflasi AS yang saat ini tertahan 1% di atas target 2% milik Fed.

Hambatan pasokan akibat konflik bersenjata antara AS dan Iran yang memasuki bulan keempat memicu pembengkakan biaya produksi global.

Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid mempertanyakan batasan kesabaran bank sentral dalam menghadapi inflasi AS yang kini merangkak naik ke kisaran 3,50%.

Ia menegaskan perlunya pertimbangan mendalam mengenai opsi menaikkan suku bunga demi meredam gejolak harga.

>>> FIFA Siapkan Tiga Protokol Tegas Antisipasi Rasisme di Piala Dunia 2026

Data inflasi Amerika Serikat terbaru dijadwalkan rilis pada pekan depan.