FIFA mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi tindakan rasisme selama Piala Dunia 2026. Tiga prosedur khusus telah disiapkan jika insiden tidak terpuji itu terjadi di lapangan.

Langkah ini telah disosialisasikan kepada 211 asosiasi anggota FIFA. Seluruh asosiasi dilaporkan telah menyetujui aturan baru tersebut.

>>> Timnas Indonesia Bantai Oman 3-0 di FIFA Matchday

Tiga Prosedur Antirasisme

Prosedur pertama memberikan wewenang kepada pemain untuk memberi sinyal khusus kepada wasit. Pemain yang menjadi korban atau melihat aksi rasis dapat menyilangkan tangan membentuk simbol 'X' sebagai kode.

Menanggapi kode tersebut, wasit dapat menghentikan pertandingan sementara dengan durasi maksimal 15 menit. Jika pelecehan rasisme tetap terjadi secara agresif, wasit berhak mengakhiri permainan secara total.

>>> Bank Jakarta Usung Empat Strategi Perkuat Inklusi Keuangan Kota

Mekanisme ini diadopsi untuk menangkal segala bentuk rasisme, baik antarpemain maupun dari tribun penonton. FIFA berkomitmen penuh agar seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 berlangsung dalam atmosfer kondusif.

>>> Pertamina EP Catat Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025

Selain itu, regulasi ini melarang pemain menutup mulut dengan tangan saat terlibat perselisihan di lapangan. Aturan ini sebagai langkah preventif untuk menghindari kecurigaan ucapan rasis saat terjadi ketegangan.