Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo memaparkan peran institusinya sebagai penghubung elemen pembangunan melalui sistem keuangan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan dalam acara Urban Talks BUMD di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

>>> Pertamina EP Catat Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025

Acara yang menjadi bagian dari Jakarta Future Festival 2026 tersebut menyoroti peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai akselerator pembangunan.

Konsep masa depan ibu kota tidak hanya bertumpu pada gedung tinggi dan teknologi, melainkan konektivitas antarpemangku kepentingan.

"Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi.

Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat," ujar Agus.

Manajemen berambisi memosisikan Bank Jakarta sebagai Financial Operating System bagi kota.

Hal ini untuk mendampingi platform mobilitas yang dikelola MRT Jakarta dan Transjakarta serta pengelolaan air oleh PAM Jaya.

Empat Strategi Utama

Visi tersebut diwujudkan melalui empat strategi utama. Pertama, program inklusi keuangan untuk mempermudah akses layanan digital yang aman bagi warga.

"Faktanya masih banyak warga Jakarta yang belum masuk ke dalam sistem keuangan formal. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami selesaikan," kata Agus.

Langkah kedua berfokus pada penguatan UMKM melalui bantuan masuk ke ekosistem digital, perluasan akses pasar, dan penguatan rantai pasok.

Pihak bank memastikan dukungan bagi pelaku usaha tidak terbatas pada penyaluran kredit semata.

>>> Asaki Minta Pemerintah Fasilitasi Transparansi Harga Gas Industri

"UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan," ujar Agus.

Strategi ketiga adalah program perumahan inklusif guna memperkuat akses pembiayaan properti. Langkah ini diambil untuk merespons kesulitan generasi muda dalam menjangkau harga hunian di Jakarta.