"Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta," kata Agus.

Keempat, penciptaan iklim investasi yang mampu membangun kepercayaan pemodal. Pembangunan kota global dinilai memerlukan sokongan modal yang kuat dan berkelanjutan di luar pemanfaatan APBD.

"Peran Bank Jakarta bukan sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, tetapi menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem kota," ujar Agus.

Prinsip keadilan sosial turut ditekankan dalam proses transformasi digital. Modernisasi teknologi harus merangkul pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, hingga keluarga muda.

"Teknologi tanpa inklusi hanya akan menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Karena itu, transformasi digital harus memberi manfaat bagi mereka yang selama ini tertinggal," katanya.

Fungsi BUMD kini diarahkan untuk menjadi penggerak ekosistem yang memperluas peluang masyarakat luas. Bank Jakarta memproyeksikan kontribusi ini dapat membentuk kota yang tangguh, cerdas, dan kompetitif secara global.

"Ukuran keberhasilan Jakarta bukan seberapa tinggi gedung yang berdiri, tetapi seberapa banyak mimpi yang dapat diwujudkan oleh warganya.

>>> OJK Cabut Izin Usaha LKM Agribisnis Maju Makmur Kalipucang

Jika MRT menghubungkan titik-titik kota, maka Bank Jakarta akan menghubungkan peluang-peluang kehidupan," ujar Agus.