Fenomena remaja laki-laki yang memilih menjalin hubungan asmara dengan kecerdasan buatan (AI) semakin marak. Survei terbaru dari Male Allies UK mengungkap data mengejutkan tentang preferensi generasi Alpha.

Riset yang melibatkan 1.000 remaja laki-laki berusia 12 hingga 16 tahun itu mencatat 85 persen responden pernah berinteraksi dengan chatbot AI.

>>> OJK Pastikan Dampak Pelemahan Rupiah ke Perbankan Relatif Terkendali

Sebanyak satu dari lima remaja mengetahui temannya yang menjalin hubungan romantis dengan AI.

Lebih dari seperempat responden menyatakan lebih menyukai perhatian dan ikatan dari pasangan AI dibandingkan hubungan antarmanusia.

Kemudahan mengontrol obrolan menjadi alasan bagi 58 persen remaja yang memilih berhubungan dengan AI.

Alasan Remaja Laki-laki Lebih Nyaman dengan AI

Kepala Riset Hubungan di Arya, Nicholas Velotta, menjelaskan pemicu tingginya minat terhadap figur virtual. "AI selalu memvalidasi, mendukung, tidak pernah lelah, dan tidak pernah membantah.

Bagi remaja laki-laki yang masih membangun jati dirinya, perhatian tanpa hambatan itu terasa seperti keintiman sesungguhnya," ujarnya.

Menurut Velotta, remaja laki-laki saat ini menghadapi dua narasi maskulinitas yang bertolak belakang.

Di satu sisi ada tuntutan untuk bersikap dominan, sementara di sisi lain mereka kerap diminta lebih mengalah.

Studi pada Mei 2025 menemukan 52 persen remaja menggunakan chatbot minimal sebulan sekali untuk bersosialisasi.

Platform itu dipakai untuk melatih cara memulai percakapan, mengungkapkan perasaan, hingga memahami simulasi situasi romantis.

>>> Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Velotta menambahkan bahwa remaja pria lebih tertarik pada AI karena ruang ekspresi emosi mereka lebih terbatas dibandingkan remaja perempuan.

Namun, ia mengingatkan agar AI tidak dianggap sebagai pengganti hubungan nyata.