Produsen otomotif asal China, Chery, akan memulai produksi mobil di fasilitas milik Nissan pada tahun depan.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan.

>>> Pasar Keuangan Domestik Tertekan, IHSG Anjlok 35,3% Sepanjang 2026

Nissan memberikan izin kepada Chery untuk menggunakan Line 1 di pabrik Sunderland, Inggris.

Target operasional perdana Chery di pabrik tersebut adalah tahun fiskal 2027.

Latar Belakang Kerja Sama

Langkah ini diambil setelah Nissan memutuskan mengonsolidasikan produksi model Leaf, Qashqai, dan Juke ke Line 2.

Kebijakan itu merupakan bagian dari efisiensi biaya global Nissan.

CEO Nissan Ivan Espinosa sebelumnya menyatakan keyakinannya mendapatkan mitra untuk lini produksi yang tidak terpakai.

Hingga kini, Chery belum merinci model kendaraan yang akan dirakit di Sunderland.

Di Inggris, Chery Group sudah memiliki merek seperti Jaecoo, Omoda, Lepas, dan lini SUV Chery.

>>> Jadwal Pencairan PIP Juni 2026 dan Cara Cek Penerima Lewat HP

Seluruh merek Chery Group menguasai 7 persen pangsa pasar dalam dua tahun terakhir.

Kesepakatan ini memperkuat ekspansi Chery di Eropa, setelah kerja sama serupa dengan merek Spanyol Ebro di bekas pabrik Nissan dekat Barcelona.

Kinerja Penjualan Chery

Pada Mei 2026, Chery Grup mencatat penjualan global 247.823 unit, naik 20,5 persen secara tahunan.

Sebanyak 100.304 unit merupakan kendaraan energi baru, termasuk PHEV dan EV.

Chery juga mengekspor 181.871 unit, mempertahankan tren positif tiga bulan berturut-turut.

Sepanjang Januari-Mei 2026, volume penjualan kumulatif Chery mencapai 1.100.921 unit, tumbuh 7,2 persen.

>>> OMDC Dental Hadirkan Teknologi Radiologi Gigi 3D untuk Diagnosis Lebih Akurat

Ekspor mendominasi dengan 752.755 unit.