Senat AS Batalkan Anggaran Rp18 Triliun untuk Ballroom Gedung Putih
Senat Amerika Serikat membatalkan ketentuan anggaran peningkatan keamanan ballroom Gedung Putih yang menjadi proyek prioritas Presiden Donald Trump.
Keputusan ini menghapus alokasi dana senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18 triliun yang sebelumnya dimasukkan ke dalam rancangan undang-undang melalui proses rekonsiliasi anggaran.
>>> Danantara Bantah Isu Wajib Beli Patriot Bond bagi WNI Bertabung Besar
Meskipun demikian, sejumlah senator dari Partai Republik dilaporkan tetap mendesak agar pemerintahan Trump memberikan kewenangan kepada Kongres terkait keberlanjutan proyek tersebut.
Departemen Kehakiman Siap Tempuh Jalur Hukum
Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche menegaskan bahwa Departemen Kehakiman akan menempuh berbagai langkah hukum demi memastikan pembangunan ballroom tetap berjalan.
"Kami akan terus melakukan—dalam hal ini Departemen Kehakiman—akan terus melakukan segala yang kami bisa untuk membangun ballroom itu," kata Blanche.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut akan diupayakan melalui jalur pengadilan, termasuk pengajuan banding, agar urgensi proyek ini dapat dipahami oleh pihak yudisial.
>>> Toyota Luncurkan New Innova Crysta 2026 di India, Harga Mulai Rp370 Jutaan
"Dan itu berarti melalui jalur pengadilan dan mengajukan banding jika diperlukan, serta mencoba membuat para hakim memahami mengapa hal ini sangat penting bagi pemerintah dan negara ini," lanjut Blanche.
Upaya percepatan proyek ini mencuat setelah terjadinya insiden penembakan di Gedung Putih yang mengejutkan pejabat kabinet serta tamu undangan.
Kejadian tersebut mendorong Blanche mengirimkan surat desakan agar berbagai gugatan yang menunda pembangunan segera diselesaikan demi penguatan keamanan presiden.
>>> Pemerintah Tetapkan Sisa Tanggal Merah Juni 2026 dan Jadwal Libur Nasional
"Presiden berulang kali mengatakan—bahkan baru kemarin—setidaknya dua kali bahwa uang untuk ruang dansa sudah tersedia, dan fakta bahwa Kongres menawarkan untuk mendanainya melalui rekonsiliasi," ujar Blanche.
Update Terbaru
Jason Alexander Minta Maaf ke Courtney Stodden atas Sketsa Kontroversial
Rabu / 22-07-2026, 07:39 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Cermati Level Support dan Resistance
Rabu / 22-07-2026, 07:39 WIB
Alasan Negara-negara Arab Tak Balas Serangan Iran
Rabu / 22-07-2026, 07:39 WIB
Tato 'Celeste' di Jari D4vd Terungkap di Sidang
Rabu / 22-07-2026, 07:35 WIB
Wali Wendy Williams Selesaikan Gugatan Hukum dengan A&E soal Dokumenter
Rabu / 22-07-2026, 07:35 WIB
Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam dan Kamboja di Piala AFF 2026
Rabu / 22-07-2026, 07:35 WIB
Purbaya: Danantara Penentu Arah Subsidi Kendaraan Listrik
Rabu / 22-07-2026, 07:35 WIB
DJP Gandeng TNI-Polri Awasi Wajib Pajak: Untung atau Buntung?
Rabu / 22-07-2026, 07:35 WIB
Anak Batuk Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Terkena GERD
Rabu / 22-07-2026, 07:35 WIB
4 Bulan Kekeringan, Warga Tangerang Berebut Air Bersih
Rabu / 22-07-2026, 07:35 WIB
FIFA Selidiki Kericuhan Pascalaga Final, Pemain Argentina Terancam Sanksi
Rabu / 22-07-2026, 07:34 WIB
Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Emi Martinez Pertimbangkan Pensiun
Rabu / 22-07-2026, 07:34 WIB
5 Transfer Termahal Liga Inggris usai Morgan Rogers Gabung Chelsea
Rabu / 22-07-2026, 07:34 WIB
Agent Kim Reactivated Kukuhkan Puncak Netflix Non-Inggris Tiga Pekan
Rabu / 22-07-2026, 07:28 WIB







