Pengguna sepeda motor listrik di Indonesia terus meningkat pada tahun 2026. Pemahaman tentang perawatan baterai menjadi kunci menjaga performa kendaraan.

Edukasi mengenai penanganan baterai ini disampaikan langsung oleh teknisi bengkel di kawasan Bogor pada Selasa (3/6/2026).

>>> Dua Polisi Tidur Berdekatan di California Masih Sering Lontarkan Mobil, 100 Video Terekam

Pemilik sekaligus teknisi Bengkel Motor Listrik dan Sepeda Listrik Bogor RI EV Maintenance, Ridwan Alawi, menjelaskan langkah-langkah pencegahan kerusakan dini pada baterai.

Cara Pengisian Daya yang Benar

"Pertama dari pengecasan. Kita harus tahu dulu karakter baterai apa yang kita pakai.

Baterai jenis aki ataupun lithium. Cara casnya itu tidak boleh berlebihan," kata Ridwan Alawi.

"Ketika kita sudah tahu indikatornya hijau, indikator sudah penuh, itu harus segera dicabut," tambahnya.

Pengisian daya yang melewati batas waktu tidak dianjurkan karena memicu panas berlebih atau overcharging.

>>> Bengkel Motor Listrik Hadapi Kendala Suku Cadang Impor dan Limbah Baterai

Efek akumulasi panas berisiko merusak struktur sel internal, menyebabkan pembengkakan, dan menurunkan kapasitas simpan daya.

Selain durasi, waktu memulai pengecasan setelah berkendara juga penting. "Karena baterai itu masih dalam keadaan bekerja, panas.

Kemudian, di charger ketemu panas. Hasilnya itu bisa mempersingkat umur baterai," jelas Alawi.

Perlindungan dari Air dan Korosi

Alawi juga menyoroti perlindungan area Brushless Direct Current (BLDC) dari paparan air. Meskipun produsen mengklaim komponen tersebut tahan air, menghindari air tetap direkomendasikan.

"Dan yang terakhir, kelistrikan terkait lampu, tombol-tombol, dan lainnya untuk kurangi kendarannya kena air hujan. Karena tombol-tombol kendaraan listrik itu gampang korosi.

>>> Pemesanan Wuling Eksion Tembus 1.500 Unit, Harga Segera Naik

Akhirnya, bisa menghambat jalur, bahkan bisa mempersingkat listrik yang ada di kendaraan," pungkas Ridwan Alawi.