Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai nasional mencapai Rp123,8 triliun per 31 Mei 2026.

Angka tersebut setara dengan 36,8 persen dari target tahunan sebesar Rp336 triliun. Capaian ini didorong oleh pemulihan aktivitas manufaktur domestik.

>>> Ganda Putra Indonesia Pastikan Satu Tiket Final Indonesia Open 2026

Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026), Purbaya menyebutkan bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai sebelumnya tumbuh negatif, lalu mulai positif 0,6 persen pada April 2026 dan meningkat menjadi 0,7 persen pada Mei 2026.

Ia optimistis pertumbuhan akan semakin positif ke depannya.

Rincian Penerimaan dan Defisit APBN

Secara rinci, realisasi cukai hasil tembakau mencapai Rp90,4 triliun, tumbuh tipis 0,2 persen secara tahunan.

Bea masuk tercatat Rp21,5 triliun setelah tumbuh 9,7 persen berkat impor bahan baku.

Sementara itu, bea keluar meraup Rp11,9 triliun didorong oleh perbaikan harga minyak sawit mentah (CPO).

Data APBN 2026 menunjukkan defisit mencapai Rp180,4 triliun atau 0,7 persen dari PDB per Mei 2026.

Angka ini melonjak 763,2 persen dibandingkan Mei 2025 yang hanya Rp20,9 triliun.

>>> KPK Lelang Aset Properti Miliaran Rupiah Milik Terpidana Korupsi APD Ahmad Taufik

Pembiayaan pemerintah telah berjalan Rp379,4 triliun, sementara keseimbangan primer surplus Rp58,6 triliun.

Peningkatan bea masuk yang bersumber dari pasokan bahan baku dan bahan penolong bagi industri dalam negeri tumbuh dominan sebesar 10,67 persen.

Menurut Purbaya, hal ini mencerminkan aktivitas manufaktur yang sedang meningkat.

"Artinya apa? Bahan baku dan bahan penolong ini menunjukkan memang aktivitas manufaktur sedang meningkat di sini.

Kalau enggak ini nggak akan tumbuh, jadi inline dengan angka ekonomi sedang tumbuh," ujarnya.

Digitalisasi Pengawasan untuk Cegah Kebocoran

Untuk mengamankan potensi penerimaan negara, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengembangkan sistem digitalisasi pengawasan produksi komoditas kena cukai.

Integrasi mesin penghitung otomatis ditargetkan beroperasi penuh dalam enam bulan ke depan. Purbaya menjelaskan bahwa sistem ini dapat mendeteksi kebocoran, salah peruntukan, dan salah personifikasi secara canggih.

>>> Serangan Udara Rudal dan Drone Hantam Bandara Internasional Kuwait

Pemerintah memproyeksikan pengawasan digital ini mampu menjaga target pendapatan APBN jangka panjang sekaligus menciptakan transparansi bagi sektor industri manufaktur nasional.